Skincare Wajib Saat di Pesawat, Rahasia Wajah Tetap Glowing dan Anti Kusam Meski Terbang Ribuan Kaki
JAKATRA, GENVOICE.ID - Traveling ke destinasi impian memang selalu jadi momen yang paling ditunggu-tunggu, apalagi kalau perjalanannya menggunakan pesawat terbang. Tapi tahu nggak sih, di balik serunya duduk manis di kabin sambil melihat awan, ada ancaman nyata yang siap merusak penampilan wajah kamu. Udara di dalam kabin pesawat itu sangat berbeda dengan udara di daratan; tekanannya rendah dan tingkat kelembabannya sangat minim. Kondisi ekstrem ini sering banget bikin kulit jadi kering kerontang, bersisik, bahkan iritasi yang bikin mood liburan jadi berantakan.
Nggak sedikit orang yang merasa wajahnya mendadak kusam dan pecah-pecah setelah mendarat, padahal sudah pakai makeup tebal. Ternyata, kunci utama agar tetap cantik saat mendarat bukan pada makeup, melainkan pada bagaimana kamu mempersiapkan perlindungan kulit sebelum dan selama berada di dalam burung besi tersebut. Menjaga hidrasi adalah harga mati yang nggak bisa ditawar kalau kamu nggak mau kulit terasa ketarik dan kasar. Kamu perlu strategi yang tepat dalam memilih produk perawatan wajah agar kelembaban alami kulit nggak menguap begitu saja tertiup AC kabin yang dingin, nih Gen.
Menurut ahli kulit asal Mumbai, Dr. Trupti D. Agarwal, tantangan terbesar saat terbang adalah melawan udara kabin yang sangat kering. Beliau menekankan bahwa pelembab adalah senjata paling ampuh yang wajib dibawa ke mana pun kamu pergi saat bepergian jauh menggunakan pesawat, nih Gen.
"Kelembaban dan tekanan rendah di dalam pesawat dapat membuat kulit kering, menyebabkan kulit kering, iritasi, dan kusam. Itulah sebabnya pelembab merupakan langkah terpenting selama perjalanan," jelas Dr. Trupti pada Jumat, 17 Januari.
Bahaya Sinar UV di Balik Jendela Pesawat
Selain masalah kering, ada bahaya lain yang sering disepelekan, yaitu paparan sinar matahari. Dr. Nirupama Parwanda, seorang dermatologis dari Zolie Skin Clinic, New Delhi, mengingatkan bahwa kelembaban udara di atas pesawat bisa drop sampai angka 20 persen saja. Selain itu, jendela pesawat ternyata nggak sepenuhnya bisa memfilter sinar jahat dari matahari.
"Banyak jendela pesawat tidak cukup melindungi dari sinar UV, jadi penggunaan tabir surya lebih penting lagi di ketinggian ini," ungkap Dr. Nirupama. Jadi, meski kamu merasa adem di dalam kabin, sinar UV tetap bisa merusak kulitmu lebih parah karena posisinya yang lebih dekat dengan matahari.
Ritual Skincare Sebelum, Selama, dan Sesudah Terbang
Agar kulit tetap aman, mulailah dengan mencuci muka pakai hydrating cleanser sebelum berangkat. Setelah bersih, pakai toner yang ada kandungan hyaluronic acid dan kunci dengan pelembab non-comedogenic. Jangan sekali-kali skip sunscreen minimal SPF 30 dan pakai lip balm biar bibir nggak pecah-pecah. Satu hal penting: hindari pakai makeup tebal atau produk berbahan keras seperti AHA/BHA sebelum terbang karena bisa bikin kulit makin sensitif.
Saat sudah di atas awan, semprotkan facial mist sesering mungkin biar wajah tetap segar. Jangan lupa banyak minum air putih dan kurangi makan makanan asin agar wajah nggak bengkak alias puffy face. Begitu sampai di tujuan, langsung cuci muka pakai pembersih yang lembut, lalu manjakan kulit dengan sheet mask atau moisturizer berbasis ceramide untuk memperbaiki lapisan pelindung kulitmu yang sempat stres selama perjalanan.