Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan, Ternyata Bisa Bakar Kalori Setara Lari

Genvoice.id | 26 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Olahraga nggak selamanya harus identik dengan angkat beban berat di gym atau lari maraton yang bikin napas mau habis nih Gen. Kadang, kita sering merasa malas bergerak karena membayangkan betapa capeknya memulai rutinitas olahraga yang berat, apalagi kalau sudah lama banget nggak aktif secara fisik.

Padahal, ada satu aktivitas yang super simpel, bisa dilakukan kapan saja, dan nggak butuh modal banyak tapi efeknya buat tubuh benar-benar juara. Yup, apalagi kalau bukan jalan kaki. Meskipun kelihatan sepele, jalan kaki sekarang lagi jadi tren gaya hidup sehat yang dinilai sangat efektif buat menjaga kebugaran tubuh, terutama buat Gen yang baru mau mulai gaya hidup aktif tanpa takut risiko cedera yang menghantui.

Informasi dari EatingWell menyebutkan kalau para pelatih kebugaran sangat menyarankan aktivitas ini sebagai fondasi awal membangun daya tahan tubuh. Austin Johnson, seorang pelatih kebugaran bersertifikat NCSF asal Texas, memaparkan bahwa jalan kaki membantu banget dalam melatih kebugaran jantung dan paru-paru kita. Karena intensitasnya yang lebih santai, risiko otot ketarik atau cedera sendi jadi jauh lebih kecil dibandingkan olahraga berat lainnya.

Selain bikin tubuh segar, rutin jalan kaki punya segudang manfaat kesehatan yang nggak main-main. Salah satu yang paling krusial adalah kemampuannya menjaga kadar gula darah supaya tetap stabil. Ternyata, kalau Gen menyempatkan jalan kaki sekitar 30 menit setelah makan, itu bakal membantu otot-otot besar di kaki menyerap gula dari aliran darah buat dijadikan energi.

Hal ini bahkan sangat disarankan buat mereka yang punya riwayat Diabetes Tipe 2 agar gula darahnya nggak melonjak drastis.

Bicara soal jantung, para ahli kesehatan merekomendasikan kita buat aktif bergerak minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang. Nah, jalan cepat masuk banget dalam kategori ini. Berdasarkan riset, jalan sekitar 3.867 langkah saja setiap hari sudah bisa menurunkan risiko kematian dari berbagai penyebab.

Bahkan, kalau Gen cuma sempat jalan 2.337 langkah sehari, itu pun sudah cukup buat membantu menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Nggak cuma fisik, otak juga kena dampak positifnya. Kebiasaan jalan cepat sejak usia muda atau paruh baya terbukti bisa menjaga memori kita di masa depan karena aliran darah ke otak jadi lebih lancar.

Buat yang lagi fokus diet, jalan cepat juga bisa jadi senjata rahasia. Kalau Gen jalan dengan kecepatan 4 hingga 5 mil per jam, jumlah kalori yang terbakar itu hampir sama lho dengan lari santai asalkan jaraknya sama. Sebagai ilustrasi, orang dengan berat badan 72 kilogram bisa membakar sekitar 302 kalori hanya dengan jalan selama satu jam saja.

Selain fisik jadi makin oke, kesehatan mental juga ikut terjaga. Jalan kaki terbukti bisa memperbaiki suasana hati atau mood yang lagi berantakan. Menariknya, seberapa sering Gen jalan kaki dalam seminggu itu jauh lebih berpengaruh ke emosional daripada cuma jalan lama tapi cuma sekali seminggu.

Sesuai saran dari World Health Organization (WHO), kalau Gen mau hasil maksimal buat menurunkan berat badan, durasinya bisa ditambah sampai 300 menit per minggu. Buat yang pemula, jangan langsung ambisius ya. Coba mulai secara bertahap, misalnya dua sampai tiga kali seminggu dulu.

Kalau sudah mulai terbiasa dalam sebulan, baru naikkan frekuensinya jadi lima kali seminggu. Biar makin menantang, coba cari rute yang agak menanjak atau lewat tangga biar pembakaran kalorinya makin pol. Yuk, mulai jalan kaki dari sekarang biar tetap sehat dan bugar.