Tottenham Terancam Degradasi! 4 Pelatih Ini Bisa Gantikan Igor Tudor Jika Dipecat

Genvoice.id | 26 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Situasi Tottenham Hotspur semakin mengkhawatirkan setelah kekalahan terbaru dari Crystal Palace membuat tekanan terhadap pelatih Igor Tudor semakin besar.

Hasil buruk yang terus berulang membuat masa depan sang pelatih kini berada di ujung tanduk.

Spurs telah menelan lima kekalahan beruntun di Premier League dan kini tidak menang dalam 11 pertandingan terakhir. Catatan tersebut menjadi yang terburuk sejak 1975, sekaligus membuat posisi mereka hanya terpaut satu poin dari zona degradasi dengan sembilan laga tersisa musim ini.

Dalam laga melawan Crystal Palace, Tottenham sebenarnya sempat unggul lewat gol Dominic Solanke pada menit ke-34. Namun situasi berubah drastis setelah Micky van de Ven mendapat kartu merah karena melanggar Ismaïla Sarr di kotak penalti.

Sarr sukses mengeksekusi penalti dan momentum langsung berbalik. Jørgen Strand Larsen dan Sarr kembali mencetak gol sehingga Palace menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1. Kekalahan tersebut membuat rumor pergantian pelatih semakin kuat.

Jika manajemen memutuskan berpisah dengan Tudor, berikut empat pelatih yang berpeluang menggantikannya.

Nama pertama adalah Ange Postecoglou, yang pernah menangani Spurs sebelumnya. Ia saat ini tidak memiliki klub setelah dipecat Nottingham Forest pada Oktober lalu. Postecoglou dikenal dengan gaya bermain menyerang, tetapi pendekatan tersebut juga berisiko jika tim sedang dalam kondisi mental yang rapuh.

Opsi berikutnya adalah Ryan Mason, sosok yang sudah sangat familiar di Tottenham. Mantan gelandang Spurs itu pernah dua kali menjadi pelatih sementara dan dianggap sebagai solusi paling cepat jika klub membutuhkan perubahan mendadak. Pengalamannya memang belum panjang, tetapi ia memahami kultur klub dengan sangat baik.

Nama ketiga yang masuk radar adalah Sean Dyche. Pelatih asal Inggris tersebut dikenal dengan gaya pragmatis dan defensif, sesuatu yang mungkin dibutuhkan Spurs dalam situasi darurat. Dyche dinilai mampu membangun organisasi tim yang solid, meski pendekatan taktisnya sering dianggap kurang menarik.

Kandidat terakhir adalah Marco Rose, yang saat ini belum melatih setelah meninggalkan RB Leipzig. Rose memiliki pengalaman di kompetisi Eropa bersama Borussia Mönchengladbach dan Red Bull Salzburg, serta dikenal dengan gaya pressing agresif. Namun belum tentu pendekatan tersebut bisa langsung berjalan di tengah situasi krisis.

Dengan posisi yang semakin dekat ke zona degradasi, Tottenham tidak punya banyak waktu untuk mengambil keputusan. Jika hasil buruk terus berlanjut, pergantian pelatih bisa menjadi langkah terakhir untuk menyelamatkan musim mereka.