Italia Tak Mau Gagal Lagi, Gattuso Waspadai Teror Bola Panjang Irlandia Utara di Laga Hidup-Mati
JAKARTA, GENVOICE.ID Timnas Italy national football team tidak ingin kembali mengulang mimpi buruk gagal lolos ke Piala Dunia seperti yang terjadi pada 2018 dan 2022. Menjelang duel krusial melawan Northern Ireland national football team di semifinal playoff FIFA World Cup 2026, pelatih Gennaro Gattuso memberikan peringatan keras kepada anak asuhnya.
Pertandingan yang akan digelar di Gewiss Stadium, Jumat (27/3/2026) dini hari WIB, diprediksi berlangsung sangat ketat. Gattuso menegaskan bahwa Italia tidak hanya harus bermain rapi, tetapi juga siap menghadapi permainan keras dan direct khas Irlandia Utara.
Menurut Gattuso, ancaman terbesar bukan berasal dari kombinasi operan pendek, melainkan dari bola-bola panjang yang menjadi ciri khas permainan lawan. Ia meminta para pemainnya untuk waspada sejak menit pertama karena Irlandia Utara sangat berbahaya dalam situasi bola mati dan duel udara.
Pelatih Gli Azzurri itu bahkan menggambarkan laga nanti bisa dipenuhi "hujan bola" ke dalam kotak penalti. Irlandia Utara dikenal sering mengirim umpan lambung berulang kali untuk menciptakan kekacauan di depan gawang lawan.
Gattuso menilai hampir setiap tendangan bebas akan berubah menjadi ancaman karena lawan akan menumpuk banyak pemain di area penalti. Bahkan, kiper Irlandia Utara pun disebut bisa langsung mengirim bola panjang ke depan untuk memulai serangan.
"Kami harus siap menderita ketika mereka terus memompa bola ke kotak penalti. Setiap bola mati bisa berbahaya karena mereka akan mengirim banyak pemain ke depan," tegas Gattuso dalam konferensi pers.
Untuk mengantisipasi taktik tersebut, staf pelatih Italia melakukan persiapan yang cukup detail. Selama dua hari terakhir, para pemain menjalani sesi analisis video intensif guna memahami pola permainan Irlandia Utara.
Gattuso juga mengaku sering melakukan komunikasi pribadi dengan pemain agar semua instruksi bisa dipahami dengan jelas. Ia menilai skuad Italia saat ini cukup cerdas secara taktik, tetapi tetap harus memiliki mental kuat saat menghadapi duel fisik.
"Kami melakukan kuliah video selama dua hari. Mereka harus bisa mencium bahaya lebih cepat, percaya pada setiap bola, dan sangat waspada dalam situasi bola mati," ujar mantan gelandang AC Milan tersebut.
Selain menyiapkan strategi untuk waktu normal, Italia juga berlatih menghadapi kemungkinan adu penalti. Gattuso tidak ingin timnya lengah jika pertandingan harus ditentukan lewat drama titik putih.
Setiap pemain diminta mengambil tiga tendangan penalti dalam sesi latihan terakhir. Dari hasil latihan tersebut, Mateo Retegui disebut menjadi pilihan utama sebagai algojo jika situasi tersebut benar-benar terjadi.
Gattuso menegaskan bahwa semua skenario sudah dipersiapkan demi satu tujuan, yaitu memastikan Italia tidak kembali gagal tampil di Piala Dunia. Bagi Gli Azzurri, laga melawan Irlandia Utara bukan sekadar playoff, tetapi pertarungan untuk mengakhiri kutukan yang menghantui mereka dalam dua edisi terakhir.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.