Tren Meningkat, Ini Bahaya Pinjol Saat Ramadan: Uang Cepat Bisa Jadi Utang Seumur Hidup!

Genvoice.id | 26 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Bulan suci Ramadan bukan hanya momen untuk memperkuat ibadah dan silaturahmi, tapi juga menjadi periode di mana pinjaman online atau pinjol kembali meroket. Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan peningkatan signifikan dalam penyaluran pendanaan melalui fintech lending, yakni naik 8,9 persen month-to-month (mtm) pada Ramadan 2024, dan terus meningkat 3,8 persen mtm pada Ramadan 2025.

Lonjakan ini sebagian besar berasal dari pembiayaan konsumtif, menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat selama Ramadan kerap mendorong mereka untuk mencari dana tambahan dengan cara instan.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, menekankan bahwa fenomena ini bukan hal baru.

"Ramadan sering menjadi momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat. Tren ini menegaskan bahwa bulan suci tidak hanya soal spiritual, tapi juga tekanan sosial dan ekonomi," ujarnya.

Namun, peningkatan penggunaan pinjol bukan selalu terkait kebutuhan mendesak. Dr. Ranti Wiliasih, Dosen Ilmu Ekonomi Syariah di IPB University, menyoroti fakta mengejutkan: mayoritas pinjaman digunakan untuk konsumsi, bukan produktif. Artinya, masyarakat meminjam bukan karena kebutuhan esensial, tapi terdorong oleh gaya hidup dan tekanan sosial.

"Sebagian besar dana pinjaman justru digunakan untuk memenuhi keinginan sesaat. Ini berpotensi menimbulkan masalah keuangan di masa depan," jelasnya.

Ranti menekankan bahwa pinjaman konsumtif sebaiknya dihindari, kecuali dalam kondisi mendesak, seperti kebutuhan medis, musibah, atau bencana. Sayangnya, fenomena FOMO (fear of missing out) membuat banyak orang tidak sadar bahwa mereka sedang membandingkan diri dengan orang lain dan merasa harus mengikuti gaya hidup tertentu.

Dampak penggunaan pinjol yang tidak bijak pun berlapis. Selain membebani finansial karena bunga pinjaman yang tinggi, praktik penagihan yang tidak etis, mulai dari pencemaran nama baik, penyebaran informasi pribadi, hingga teror dapat terjadi, menimbulkan tekanan psikologis yang serius.

"Masalah utang tidak hanya soal uang, tapi juga mental," kata Ranti.

Untuk mencegah jebakan pinjol, Ranti memberikan tips sederhana tapi penting: atur pola hidup sesuai kemampuan finansial dan jangan mudah terpengaruh tekanan sosial.

"Tidak ada yang perlu malu jika gaya hidup kita berbeda. Malu itu baru muncul ketika kita berutang demi terlihat keren," tuturnya.

Bagi yang sudah terjebak, solusi terbaik adalah mencari alternatif pinjaman tanpa bunga dengan tenor lebih panjang, agar utang bisa dilunasi secara bertahap tanpa membebani psikologis. Kesabaran dan ketenangan menjadi kunci agar tetap bersyukur di bulan suci, tanpa harus terperangkap utang yang membengkak.

Fenomena pinjol saat Ramadan adalah pengingat uang cepat bisa menjerat seumur hidup jika tidak bijak. Ramadan seharusnya menjadi momen memperkuat iman, bukan memperbesar tekanan finansial.