Bill Gates Akui Perselingkuhan di Masa Lalu dan Sesali Kedekatannya dengan Jeffrey Epstein

Genvoice.id | 26 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Dunia filantropi dikejutkan dengan pengakuan terbaru Bill Gates yang mengakui skandal perselingkuhan masa lalu dan menyatakan penyesalan mendalam atas hubungannya dengan Jeffrey Epstein.

Dalam sebuah pertemuan internal Yayasan Gates yang digelar pada Februari 2026, pendiri Microsoft ini mengonfirmasi hubungannya dengan dua perempuan asal Rusia saat masih menikah dengan Melinda French Gates.

Isu ini kembali mencuat setelah dokumen terbaru Epstein Files mengungkap draf email yang menyeret nama sang miliarder.

Lantas, bagaimana detail pengakuan Bill Gates mengenai keterkaitannya dengan lingkaran Jeffrey Epstein dan dampaknya terhadap reputasi yayasan kesehatan global miliknya? Simak ulasan lengkap mengenai klarifikasi dan permintaan maaf terbuka Bill Gates berikut ini.

1. Pengakuan Perselingkuhan dengan Dua Warga Rusia

Bill Gates mengonfirmasi pernah menjalin hubungan dengan seorang pemain bridge profesional bernama Mila Antonova sekitar tahun 2010. Selain itu, ia juga mengakui keterlibatan asmara dengan seorang fisikawan nuklir asal Rusia yang ia temui melalui jaringan bisnisnya.

Pengakuan ini muncul setelah dokumen dari Departemen Kehakiman AS mengungkap draf email lama milik Epstein yang mencoba menggunakan informasi pribadi Gates sebagai alat tekanan.

2. Penyesalan atas Hubungan dengan Jeffrey Epstein

Gates menyebut perkenalannya dengan Epstein pada tahun 2011 sebagai "kesalahan besar".

Meskipun tujuannya saat itu adalah untuk mencari dukungan dana filantropi bagi kesehatan global, ia mengakui tidak melakukan pengecekan latar belakang Epstein secara memadai. Gates menegaskan beberapa hal terkait hubungannya dengan Epstein:

  • Pertemuan berlangsung antara tahun 2011 hingga 2014.

  • Ia menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein atau menginap di sana.

  • Ia tidak pernah terlibat dalam aktivitas terlarang bersama perempuan di lingkungan Epstein.

3. Dampak terhadap Reputasi Yayasan dan Keluarga

Gates menyadari bahwa keterkaitannya dengan kasus Epstein telah mencoreng reputasi Yayasan Gates. Ia mengakui bahwa mantan istrinya, Melinda, sudah bersikap skeptis terhadap Epstein sejak awal perkenalan mereka.

Gates meminta maaf kepada seluruh staf yayasan dan pihak-pihak yang ikut terseret akibat kesalahan pribadinya di masa lalu.

4. Komitmen pada Integritas Yayasan

Dalam forum tersebut, Gates menekankan bahwa nilai-nilai yayasan harus tetap dijaga demi kepercayaan publik. Ia menyadari bahwa keberhasilan pekerjaan filantropi mereka sangat bergantung pada reputasi organisasi, sehingga transparansi mengenai isu sensitif ini menjadi sangat penting bagi masa depan yayasan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa reputasi sebuah organisasi besar seperti Yayasan Gates sangat bergantung pada integritas tokoh di baliknya.

Meski Bill Gates telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan mengakui kesalahannya sebagai 'jalan buntu' dalam upaya penggalangan dana, bayang-bayang skandal Epstein tetap menjadi tantangan berat bagi citra publiknya.

Ke depannya, transparansi dan akuntabilitas akan menjadi kunci bagi Gates untuk memulihkan kepercayaan para mitra global dan memastikan misi kemanusiaan yayasannya tetap berjalan tanpa hambatan moral.