Kolonoskopi, Mengenal Prosedur Medis yang Bikin Mendiang Lula Lahfah Sempat Merasa Takut!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar duka yang datang dari dunia selebgram belakangan ini bener-bener menyita perhatian publik, terutama soal kondisi kesehatan mendiang Lula Lahfah sebelum beliau berpulang. Topik yang lagi hangat dibahas ini berawal dari unggahan sahabat kentalnya, Keanu Angelo, yang membagikan isi chat terakhir mereka di media sosial. Dalam percakapan yang bikin banyak netizen terenyuh itu, Lula sempat curhat soal rencana dirinya yang bakal menjalani sebuah prosedur medis bernama kolonoskopi.
Ternyata, Lula merasa cukup deg-degan dan takut buat menghadapi pemeriksaan tersebut. Hal ini pun langsung bikin banyak orang penasaran dan bertanya-tanya, sebenarnya apa sih kolonoskopi itu sampai-sampai bisa bikin seseorang merasa sekhawatir itu? Isu kesehatan usus ini mendadak jadi perbincangan luas di kalangan anak muda karena banyak yang baru menyadari kalau masalah pencernaan nggak bisa dianggap remeh, apalagi kalau sudah menyangkut pemeriksaan bagian dalam tubuh yang terdengar cukup kompleks, Gen. Pengetahuan soal prosedur ini penting banget buat kita pahami biar nggak ada lagi ketakutan yang berlebihan karena kurangnya informasi medis yang akurat.
Buat kamu yang masih asing sama istilahnya, kolonoskopi adalah tindakan medis yang dilakukan dokter buat ngecek kondisi kesehatan di bagian dalam usus besar dan rektum. Cara kerjanya tergolong canggih, yaitu dengan masukin alat yang bentuknya kayak selang lentur panjang. Nah, di ujung selang itu ada kamera kecilnya yang bakal ngasih liat kondisi usus kita lewat layar monitor. Alat ini dimasukkannya melalui anus, yang mungkin terdengar serem buat sebagian orang, tapi sebenarnya ini prosedur standar di dunia kedokteran buat mastiin nggak ada masalah serius di perut kamu.
Berdasarkan info dari Kementerian Kesehatan RI, tujuan utama dari kolonoskopi ini adalah buat nemuin kalau ada yang nggak beres di usus besar. Misalnya saja ada peradangan, munculnya polip (daging tumbuh kecil), luka yang bikin perdarahan, sampai deteksi dini kanker usus besar atau kanker kolorektal. Nggak cuma buat liat-liat saja, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), dokter juga bisa sekalian ambil sampel jaringan alias biopsi kalau ada bagian yang mencurigakan. Bahkan, kalau pas lagi diperiksa ketemu polip, dokter bisa langsung ngangkat polip itu saat itu juga biar nggak makin bahaya ke depannya.
Wajar banget kalau banyak pasien, termasuk mendiang Lula Lahfah, merasa cemas atau takut sebelum tindakan. Tapi tenang saja Gen, biasanya dokter bakal kasih obat penenang atau sedasi supaya pasien tetap rileks dan nggak ngerasain sakit selama prosesnya berjalan. Sebelum tindakan dimulai, biasanya ada persiapan khusus kayak diet tertentu atau minum obat pencuci perut biar ususnya bersih total, soalnya kalau masih ada sisa kotoran, nanti kameranya nggak bisa liat kondisi usus dengan jelas.
Meskipun terdengar cukup serius, prosedur ini sebenarnya relatif aman banget buat dilakukan. Risiko kayak perdarahan kecil emang ada, tapi itu sangat jarang terjadi. Yang paling penting, setelah pemeriksaan selesai, dokter bakal langsung kasih tahu hasilnya dan nentuin langkah pengobatan apa yang paling pas buat kamu. Dengan adanya diskusi soal ketakutan Lula Lahfah ini, kita jadi diingetin kalau pemeriksaan kesehatan itu penting banget dan jangan pernah ragu buat konsultasi ke dokter kalau ngerasa ada yang aneh sama badan kamu.
Kira-kira menurut Gen, setelah tahu manfaatnya buat cegah penyakit bahaya sejak dini, apakah kamu masih merasa takut kalau suatu saat harus menjalani pemeriksaan kolonoskopi?