Film Harusnya Horor jadi Kenangan Terakhir Lula Lahfah, Karya Debut Reza Arap Sebagai Sutradara!

Genvoice.id | 26 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar meninggalnya Lula Lahfah pada Jumat, 23 Januari 2026 kemarin benar-benar menyisakan duka yang mendalam bagi industri hiburan tanah air, Gen. Di tengah suasana penuh kesedihan ini, perhatian publik mendadak tertuju pada sebuah proyek layar lebar yang belum lama ini selesai digarap oleh almarhumah. Perbincangan hangat di kalangan pecinta film ini adalah sebuah judul film horor yang digadang-gadang bakal menjadi penampilan paling berkesan dari sosok selebgram yang sangat multitalenta tersebut.

Sebelum fokus di dunia seni peran, kita tahu kalau Lula mengawali kariernya dengan sangat aktif sebagai kreator konten digital dan bahkan sempat menjajal dunia tarik suara. Transformasi kariernya dari layar kecil smartphone menuju layar lebar bioskop menunjukkan betapa besarnya ambisi dan bakat yang dia miliki. Proyek film terbaru ini bukan sekadar pekerjaan biasa bagi Lula, melainkan sebuah karya yang sangat spesial karena melibatkan orang-orang terdekat dalam hidupnya. Sayangnya, takdir berkata lain sebelum film ini sempat menyapa para penontonnya di bioskop.

Karya ini sekarang bukan lagi sekadar hiburan, melainkan sebuah warisan seni yang bakal selalu dikenang oleh para penggemar sebagai bukti totalitas Lula dalam mengeksplorasi kemampuan aktingnya yang luar biasa hingga akhir hayatnya, Gen.

Film yang diberi judul 'Harusnya Horor' ini menjadi saksi bisu perjalanan karier Lula Lahfah sebagai seorang aktris profesional. Dalam film ini, mendiang Lula dipercaya untuk memerankan karakter utama bernama Gea. Penampilannya dalam film tersebut kini tercatat sebagai akting terakhirnya sebelum menghembuskan napas terakhir di usia yang masih sangat muda, yaitu 26 tahun.

Konsep dari film 'Harusnya Horor' sendiri tergolong unik karena mengusung genre horor yang dibumbui dengan sentuhan komedi yang segar. Alur ceritanya mengangkat fenomena masa kini tentang sekelompok kreator konten horor yang ambisius dan melakukan segala cara demi meraih popularitas di media sosial. Tema ini tentu saja sangat dekat dengan kehidupan asli Lula sebagai seorang influencer papan atas.

Yang bikin film ini makin spesial dan penuh emosi adalah posisi sutradaranya. Untuk pertama kalinya, musisi kondang Reza Arap yang juga merupakan kekasih mendiang Lula, memulai debutnya sebagai sutradara film panjang lewat proyek ini. Kolaborasi sepasang kekasih di balik dan di depan layar ini awalnya sangat dinantikan oleh banyak orang karena dianggap sebagai pencapaian besar dalam hubungan mereka sekaligus karier profesional masing-masing.

Informasi terkini menyebutkan bahwa seluruh proses produksi film ini sebenarnya sudah rampung dikerjakan sebelum kabar duka itu datang menyelimuti. Meski proses syuting sudah selesai, hingga saat ini pihak rumah produksi maupun tim terkait belum memberikan pernyataan resmi soal kapan film ini bakal ditayangkan atau bagaimana kelanjutan promosinya setelah kepergian sang aktris utama.

Bagi banyak orang, 'Harusnya Horor' bakal menjadi medium untuk melepas rindu sekaligus memberikan penghormatan terakhir bagi bakat besar yang dimiliki Lula Lahfah. Film ini menjadi bagian sejarah yang tak terpisahkan dari industri film Indonesia di tahun 2026 ini.

Menurut Gen, apakah kamu sudah nggak sabar buat liat akting terakhir Lula Lahfah di film ini sebagai bentuk apresiasi terhadap karyanya?