BRIN Temukan Mikroplastik di Air Hujan Jakarta, Bahaya Jangka Panjangnya Bisa Picu Stroke dan Asma

Genvoice.id | 25 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, ada temuan dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yang wajib jadi perhatian serius. Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, mengungkap bahwa air hujan yang turun di Jakarta kini sudah terkontaminasi partikel mikroplastik. Ini adalah alarm penting bagi kesehatan kita.

Menurut Reza Cordova, meskipun riset tentang dampak langsungnya masih berjalan, ada indikasi kuat bahwa mikroplastik dapat memicu efek negatif di tubuh, seperti iritasi dan peradangan.

Kekhawatiran utama adalah ukuran partikelnya, semakin kecil ukuran mikroplastik (disebut nanoplastik), semakin besar kemungkinannya untuk menembus sistem pertahanan tubuh.

Partikel super kecil ini bahkan berpotensi masuk ke aliran darah dan mencapai organ vital seperti jantung.

Dampak Jangka Panjang: Asma hingga Stroke

Rahmat Aji Pramono dari Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta mengamini kekhawatiran ini. Ia menjelaskan bahwa paparan konstan mikroplastik bisa menyebabkan gangguan kesehatan kronis:

  1. Saluran Pernapasan: Partikel mikroplastik dapat menyebabkan peradangan atau luka kecil di saluran pernapasan, yang dalam jangka panjang berpotensi memicu asma.
  2. Saluran Pencernaan: Jika masuk melalui makanan atau minuman, mikroplastik dapat menimbulkan peradangan yang terjadi secara perlahan namun terus-menerus.

Dampak paling mengerikan terjadi jika partikel sudah menjadi nanoplastik dan menembus aliran darah. Menurut Rahmat, nanoplastik berpotensi menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah atau organ vital seperti otak dan jantung.

"Dari sana, mikroplastik berpotensi menyebabkan luka pada pembuluh darah, bahkan di organ vital seperti jantung atau otak, yang pada akhirnya dapat memicu serangan jantung atau stroke," jelas Rahmat.

Namun, ia menekankan bahwa efek mengerikan ini bersifat akumulatif dan baru terlihat setelah puluhan tahun.

Bukan Hanya Isu Jakarta

Reza Cordova menambahkan bahwa fenomena ini bukanlah masalah lokal. BRIN telah meneliti 18 kota di Indonesia dan seluruh sampel udara yang diuji positif mengandung mikroplastik.

Khusus Jakarta, konsentrasi mikroplastik yang jatuh bersama air hujan berkisar antara 3 hingga 40 partikel per meter persegi per hari.

Temuan ini harus menjadi pengingat bahwa udara yang kita hirup setiap hari kini membawa partikel berbahaya yang bersumber dari aktivitas manusia.