Sopir Truk Karangasem yang Dibakar Bosnya Meninggal Dunia, Sempat Alami Luka Bakar 68 Persen

Genvoice.id | 25 Sep 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - I Gede Selamet (21), sopir truk asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar. Selamet mengembuskan napas terakhir pada Jumat (25/9/2026) setelah sebelumnya mengalami luka bakar sekitar 68 persen di sekujur tubuh.

Kabar meninggalnya Selamet disampaikan Kepala Desa Muncan I Wayan Tunas yang mendapat informasi dari pihak keluarga pada Jumat pagi. Sebelumnya, Selamet telah dirawat selama beberapa hari setelah diduga dibakar hidup-hidup oleh bosnya, I Putu Cahyadi Putra (37).

Selamet Meninggal Setelah Jalani Perawatan

I Wayan Tunas mengatakan dirinya menerima kabar mengenai meninggalnya Selamet sekitar pukul 08.30 Wita. Pihak keluarga kini masih membahas rencana pemulangan jenazah dari RSUP Prof Ngoerah ke Desa Muncan.

"Nggih benar, tadi sekitar pukul 08.30 Wita saya dapat kabar jika Gede Selamet meninggal dunia," kata I Wayan Tunas, Jumat (25/9/2026).

Menurut Tunas, pemulangan jenazah kemungkinan dilakukan setelah pelaksanaan purnama pada Sabtu (26/9/2026). Namun, keputusan tersebut masih menunggu hasil pembicaraan keluarga karena di Desa Muncan juga sedang berlangsung upacara keagamaan.

"Kemungkinan setelah purnama baru dibawa pulang jenazahnya, tetapi masih menunggu keputusan dari pihak keluarga juga. Nanti saya info lagi kepastiannya," ujar Tunas.

Sempat Berjuang dengan Luka Bakar 68 Persen

Selamet sebelumnya menjalani perawatan intensif setelah mengalami luka bakar sekitar 68 persen pada Jumat (18/9/2026). Luka tersebut dialaminya setelah dirinya diduga dibakar oleh Cahyadi akibat persoalan uang setoran.

Selama dirawat di RSUP Prof Ngoerah, keluarga Selamet juga menghadapi persoalan biaya pengobatan yang cukup besar. Korban disebut tidak dapat menggunakan BPJS Kesehatan karena luka yang dialaminya merupakan akibat dari tindak kriminal.

Biaya pengobatan Selamet kemudian mengandalkan donasi dari masyarakat, relawan, komunitas, dan pihak lainnya. Hingga Kamis (24/9/2026), dana yang berhasil terkumpul disebut baru mencapai sekitar Rp35 juta, sementara biaya perawatan telah mencapai Rp88 juta.

Gibran Sempat Berikan Bantuan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga sempat memberikan bantuan untuk biaya pengobatan Selamet. Donasi sebesar Rp25 juta tersebut disebut telah langsung masuk ke rekening RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.

Bantuan tersebut diberikan ketika Selamet masih menjalani perawatan akibat luka bakar serius yang dialaminya. Namun, Selamet akhirnya meninggal dunia pada Jumat pagi setelah berjuang melawan luka yang dideritanya.

Kronologi Selamet Dibakar Bosnya

Peristiwa yang menimpa Selamet terjadi pada 18 September 2026 ketika dirinya berada di dalam sebuah kamar. Ia diduga dibakar oleh bosnya sendiri, I Putu Cahyadi Putra, setelah keduanya terlibat cekcok terkait uang setoran.

Setelah tubuhnya terbakar, Selamet disebut berlari keluar dari kamar sambil meminta pertolongan. Warga kemudian memberikan bantuan sebelum korban akhirnya dibawa untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar serius.

Polisi kemudian menangkap Cahyadi setelah kejadian tersebut. Pelaku dibawa ke Polsek Selat untuk menjalani pemeriksaan dan selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran terhadap Selamet.

Meninggalnya Selamet menambah duka bagi keluarga dan warga Desa Muncan setelah sebelumnya mereka berupaya mendukung proses pengobatan korban. Jenazah kini masih berada di RSUP Prof Ngoerah sambil menunggu keputusan keluarga mengenai waktu pemulangan ke kampung halaman.