7 Rekomendasi Buku Nonfiksi tentang Cinta, dari Psikologi hingga Sains

Genvoice.id | 25 Sep 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Cinta sering dianggap sebagai sesuatu yang muncul secara alami ketika seseorang memiliki perasaan kepada orang lain. Namun, di balik perasaan tersebut terdapat banyak hal yang bisa dipelajari, mulai dari cara mencintai, membangun kedekatan, hingga memahami kebutuhan emosional dalam hubungan.

Berbagai buku nonfiksi mencoba membahas cinta dari sudut pandang yang berbeda. Jika kamu ingin memahami hubungan secara lebih mendalam, berikut tujuh rekomendasi buku yang mengulas cinta melalui perspektif filosofi, psikologi, hingga sains.

1. The Art of Loving - Erich Fromm

The Art of Loving - E-book - Erich Fromm - ISBN 9781480402003 - Storytel

Sumber: Istimewa

The Art of Loving karya Erich Fromm menjadi salah satu buku yang cukup dikenal dalam pembahasan mengenai cinta. Fromm melihat cinta bukan sekadar perasaan yang datang secara spontan, melainkan sebuah kemampuan yang perlu dipelajari dan terus dilatih.

Dalam bukunya, Fromm juga mengkritik cara masyarakat modern memandang cinta seperti sebuah komoditas. Menurut gagasan yang dibahasnya, manusia terkadang lebih sibuk mencari orang yang dapat mencintainya dibandingkan mempelajari bagaimana cara mencintai orang lain dengan konsisten.

2. All About Love: New Visions - Bell Hooks

Amazon.com: All About Love: New Visions: 9780060959470: bell hooks: Books

Sumber: Amazon

Berbeda dari Fromm, Bell Hooks dalam All About Love: New Visions membicarakan cinta dalam lingkup yang lebih luas. Cinta tidak hanya ditempatkan sebagai hubungan romantis antara dua orang, tetapi juga sebagai tindakan yang berkaitan dengan kepedulian dan kebaikan bersama.

Hooks turut menggunakan pengalaman masa kecilnya sebagai bagian dari refleksi mengenai bagaimana manusia memahami kasih sayang. Buku ini dapat menjadi bacaan bagi pembaca yang ingin melihat kembali cara mereka memahami, menerima, dan memberikan cinta dalam kehidupan sehari-hari.

3. The Course of Love - Alain de Botton

Jual Buku The Course of Love Karya Alain De Botton | Toko Buku Online  Terbesar | Gramedia.com

Sumber: Gramedia

The Course of Love karya Alain de Botton menggunakan kisah pasangan fiktif bernama Rabih dan Kirsten sebagai sarana untuk membahas dinamika sebuah hubungan. Meski dikemas melalui cerita, buku tersebut menyisipkan berbagai pembahasan mengenai psikologi dan kehidupan pasangan.

Melalui perjalanan Rabih dan Kirsten, pembaca diajak melihat bahwa hubungan tidak selalu berjalan sesuai gambaran romantis. Cinta juga dapat menghadirkan konflik, kekecewaan, rasa sakit, sekaligus alasan bagi seseorang untuk terus mempertahankan hubungan.

4. Attached: The New Science of Adult Attachment - Amir Levine dan Rachel Heller

Attached: The New Science of Adult Attachment

Sumber: Amazon

Bagi pembaca yang tertarik dengan psikologi hubungan, Attached: The New Science of Adult Attachment karya Amir Levine dan Rachel Heller bisa menjadi pilihan. Buku ini membahas bagaimana pola kelekatan atau attachment dapat memengaruhi cara seseorang membangun dan menjalani hubungan ketika dewasa.

Buku tersebut memperkenalkan tiga pola kelekatan yang populer dibahas, yaitu anxious, avoidant, dan secure. Melalui berbagai contoh dan studi kasus pasangan, pembaca dapat melihat bagaimana perbedaan pola kelekatan dapat memengaruhi komunikasi dan dinamika hubungan.

5. The 5 Love Languages - Gary Chapman

The 5 Love Languages

Sumber: Amazon

The 5 Love Languages karya Gary Chapman membahas gagasan bahwa setiap orang dapat memiliki cara berbeda dalam memberikan dan menerima kasih sayang. Pengalaman Chapman sebagai konselor pernikahan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan konsep yang kemudian dikenal luas sebagai love language.

Buku ini memperkenalkan lima bentuk bahasa cinta, yaitu words of affirmation, acts of service, receiving gifts, quality time, dan physical touch. Konsep tersebut dapat membantu pembaca memahami bahwa seseorang bisa merasa sudah menunjukkan kasih sayang, sementara pasangannya belum tentu merasakan hal yang sama.

6. Mating in Captivity - Esther Perel

Mating in Captivity

Sumber: Amazon

Mating in Captivity karya Esther Perel membahas sisi hubungan yang berkaitan dengan keintiman dan gairah. Perel mengulas bagaimana rasa aman, kedekatan, dan ruang pribadi dapat memengaruhi dinamika pasangan.

Buku ini juga mengangkat gagasan bahwa mencintai seseorang tidak berarti harus selalu melekat setiap saat. Dengan menggunakan berbagai kisah dari pengalaman Perel sebagai terapis pasangan, pembaca diajak memahami tantangan dalam menjaga kedekatan sekaligus mempertahankan ruang pribadi dalam hubungan.

7. A General Theory of Love - Thomas Lewis, Fari Amini, dan Richard Lannon

A General Theory of Love (Vintage): Lewis, Thomas, Amini, Fari, Lannon,  Richard: 0787721947011: Amazon.com: Books

Sumber: Amazon

Jika ingin memahami cinta dari perspektif sains, A General Theory of Love karya Thomas Lewis, Fari Amini, dan Richard Lannon dapat menjadi pilihan. Ketiga penulis yang memiliki latar belakang psikiatri tersebut membahas hubungan antara otak, emosi, dan ikatan antarmanusia.

Salah satu konsep yang dibahas adalah limbic resonance, yakni gagasan mengenai kemampuan manusia untuk menyelaraskan kondisi emosional secara tidak sadar dengan orang-orang yang memiliki kedekatan dengannya. Melalui perspektif neurologi tersebut, cinta dan hubungan manusia dilihat tidak hanya sebagai pengalaman emosional, tetapi juga berkaitan dengan proses biologis.

Ketujuh buku tersebut menawarkan cara pandang yang berbeda dalam memahami cinta dan hubungan antarmanusia. Mulai dari filosofi Erich Fromm, refleksi Bell Hooks, psikologi attachment, konsep love language, hingga perspektif neurologi dapat menjadi bahan untuk melihat hubungan dari sisi yang lebih luas.

Bacaan mengenai cinta juga tidak harus selalu digunakan sebagai panduan untuk mencari atau mempertahankan pasangan. Buku-buku tersebut dapat menjadi bahan refleksi untuk memahami diri sendiri, cara berkomunikasi, kebutuhan emosional, serta bagaimana seseorang membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang-orang di sekitarnya.