Kasus Pemerkosaan Anak di Tangerang, Polisi Masih Buru 2 Pelaku yang Kabur

Genvoice.id | 25 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali bikin heboh Tangerang. Seorang remaja perempuan berusia 13 tahun, sebut saja AA, jadi korban pemerkosaan bergilir oleh sekelompok pria di Desa Mekar Kondang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah kosong dan langsung bikin publik geram.

Polisi sudah bergerak cepat menangani kasus ini. Dari tujuh orang yang diduga terlibat, lima pelaku berhasil diamankan. Mereka berinisial ZA (17), N (18), AF (19), MF (22), dan MB (24). Sementara dua lainnya masih jadi buronan. "Untuk dua orang masih dalam pengejaran, namun identitas sudah kita dapat semuanya," jelas Kapolsek Mauk, AKP Subarjo, di Tangerang, dilansir dari ANTARA.

Awalnya, korban hanya ikut nongkrong dengan pacarnya dan teman-teman lain. Namun, pacar korban harus pulang karena ditelepon orang tua. Di saat itulah korban yang masih SMP ini ditinggal sendirian bersama teman pacarnya. Dari situ, para pelaku membawa korban ke sebuah lahan kosong, lalu memaksa korban minum minuman keras. Saat korban tak sadarkan diri, para pelaku melampiaskan nafsu mereka secara bergilir. "Para pelaku timbul birahi karena melihat korban sudah tergeletak, selanjutnya menyetubuhi korban secara bergantian," ungkap Subarjo.

Hasil pemeriksaan medis menguatkan laporan tersebut. Dari visum, ditemukan luka pada bagian vital korban yang jadi bukti kuat adanya tindak pemerkosaan. Kapolsek menegaskan pihaknya serius menangani kasus ini. "Hasil penyelidikan mengarah kepada para pelaku-pelaku persetubuhan," tambahnya.

Atas tindakan bejat itu, para pelaku dijerat Pasal 81 Jo Pasal 81 Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya berat, yakni minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Kasus ini jadi pengingat penting buat kita semua, Gen. Bahwa anak-anak, apalagi yang masih di bawah umur, butuh perlindungan ekstra dari lingkungan sekitar. Polisi kini tengah memburu dua pelaku lainnya, dan publik tentu menunggu agar semua pelaku segera tertangkap dan dihukum setimpal.