Alcaraz Ungkap Rahasia Rivalitasnya dengan Sinner: "Saya Masih Selangkah Lebih Maju"

Genvoice.id | 25 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Carlos Alcaraz kembali menunjukkan dominasinya atas Jannik Sinner. Setelah mengalahkan petenis Italia itu di final US Open, Alcaraz kini unggul jauh 10-5 dalam rekor pertemuan, termasuk memenangi tujuh dari delapan duel terakhir mereka. Kemenangan itu juga membuat Sinner harus merelakan posisinya di peringkat satu dunia, sementara Alcaraz semakin mantap berada di jalur terbaik musim ini.

Dalam konferensi pers jelang ATP 500 Japan Open di Tokyo, Alcaraz mengaku sudah membaca kemungkinan perubahan strategi dari Sinner setelah kekalahan terakhir. "Saya tahu dia akan melakukan perubahan, sama seperti yang saya lakukan dulu ketika kalah darinya. Jadi saya harus fokus menghadapi hal-hal baru itu," kata petenis asal Spanyol berusia 22 tahun itu.

Meski begitu, Alcaraz percaya dirinya masih unggul. "Saya pikir saat ini situasinya semakin baik bagi saya. Kita lihat saja nanti berapa kali kami akan bertemu lagi dan di panggung apa. Tapi sekarang semuanya berjalan sesuai rencana," tambahnya.

Musim Dominan Sang Juara Muda

Musim 2025 jadi salah satu tahun paling luar biasa bagi Alcaraz. Ia sudah mengantongi 62 kemenangan dan tujuh trofi, hanya terpaut empat kemenangan lagi dari rekor pribadinya pada 2023. Tak hanya itu, ia juga memimpin klasemen ATP Live Race To Turin dan berada di jalur kuat untuk meraih gelar akhir tahun keduanya.

Meski kerap dibandingkan dengan para legenda, Alcaraz menepis anggapan bahwa ia sedang mengejar status GOAT. "Itu bukan fokus saya saat ini. Saya hanya ingin duduk di meja yang sama dengan para legenda, tetapi tidak ada yang tahu masa depan. Saya hanya berusaha jadi pemain terbaik dan pribadi terbaik setiap hari," jelasnya.

Fokus di Japan Open

Perjalanan Alcaraz berlanjut di Japan Open, turnamen ATP 500 yang ia ikuti untuk pertama kalinya. Pada laga pembuka, ia akan menghadapi Sebastian Baez, lalu berpotensi bertemu juara Chengdu Open, Alejandro Tabilo, di babak kedua. "Saya datang ke sini untuk tampil baik dan mencoba membawa pulang trofi. Itu tujuan saya," tegas Alcaraz.

Jika sukses, namanya akan sejajar dengan deretan legenda yang pernah juara di Tokyo, mulai dari Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, hingga Pete Sampras. "Itu akan jadi kehormatan besar. Saya ingin menempatkan nama saya di samping para juara itu," pungkas pemegang enam gelar Grand Slam tersebut.

Dengan performa konsisten dan mental baja, Alcaraz jelas masih jadi lawan paling ditakuti di tour. Sinner boleh saja berbenah, tapi untuk saat ini, Alcaraz masih berdiri selangkah di depan.