X Hapus Fitur Like dan Follow dari Paket Gratis API, Pengembang Kecewa
JAKARTA, GENVOICE.ID - Platform X kembali melakukan langkah besar dalam kebijakan API yang memicu kontroversi. Kali ini, perusahaan milik Elon Musk resmi menghapus akses untuk melakukan like dan follow melalui API di paket gratis. Artinya, para pengembang yang menggunakan layanan tanpa biaya kini tidak lagi bisa membuat aplikasi atau bot yang mampu menyukai postingan maupun mengikuti akun lain secara otomatis.
X menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga kualitas platform sekaligus melawan spam, bot, dan aktivitas manipulatif yang sering merusak pengalaman pengguna. "Kami ingin melindungi interaksi asli di platform, bukan mendorong keterlibatan palsu," kata pihak X dalam keterangan resminya.
Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi pelanggan paket berbayar. Pengembang yang menggunakan layanan Basic, Pro, hingga Enterprise tetap bisa mengakses fitur tersebut dengan berbagai kelebihan tambahan, termasuk batas penggunaan yang lebih tinggi dan dukungan fitur yang lebih luas.
Meski alasan keamanan terdengar masuk akal, banyak pihak menilai perubahan ini lebih mendorong pengembang sah untuk beralih ke paket berbayar ketimbang benar-benar menekan bot. Sebab, bagi sebagian developer kecil atau proyek non-profit, kehilangan akses ke fitur dasar seperti like dan follow berarti harus rela membatasi layanan mereka - atau membayar biaya tambahan.
Langkah ini bukan pertama kalinya X mengubah aturan main API. Sejak diambil alih Musk, API X telah mengalami beberapa kali perombakan. Pada awal 2023, perusahaan bahkan sempat menghapus akses gratis sepenuhnya, sebelum akhirnya mengembalikannya dalam kapasitas terbatas. Tak lama kemudian, harga paket dasar diumumkan sebesar 100 dolar AS per bulan. Namun pada Oktober lalu, biaya itu naik dua kali lipat menjadi 200 dolar AS, meski disertai peningkatan batas penggunaan.
Bagi Musk, strategi ini sejalan dengan dorongan meningkatkan pendapatan perusahaan yang masih mencari cara untuk mengimbangi penurunan iklan. Namun bagi komunitas developer, keputusan ini mempersempit ruang inovasi yang selama ini melahirkan beragam aplikasi kreatif berbasis X.
Kini, banyak yang menunggu apakah pembatasan ini benar-benar efektif menekan spam atau justru semakin mempertegas citra X sebagai platform yang lebih mengutamakan monetisasi daripada ekosistem terbuka.