Pegulat Legendaris Hulk Hogan Tutup Usia di 71 Tahun, Dunia Hiburan dan Gulat Berduka
JAKARTA, GENVOICE.ID - Hulk Hogan, nama yang tak terpisahkan dari sejarah gulat profesional, meninggal dunia dalam usia 71 tahun pada Kamis waktu setempat. Mengutip dari CNN, Jumat (25/7), sosok yang lahir dengan nama asli Terry Bollea ini dikenal luas bukan hanya sebagai juara di ring, tetapi juga sebagai ikon budaya pop yang membentuk wajah industri gulat modern.
WWE secara resmi mengumumkan kabar duka ini dan menyebut Hogan sebagai tokoh penting yang membawa perusahaan itu ke panggung global sejak era 1980-an. "The Hulkster" dikenal lewat penampilannya yang flamboyan, otot besar yang ia sebut "24-inch pythons", serta ajakan khasnya kepada penggemar untuk "berdoa dan makan vitamin".
Laporan dari Clearwater, Florida menyebutkan bahwa tim medis dipanggil ke rumah Hogan karena serangan jantung. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Pihak kepolisian menyatakan tidak ada tanda-tanda kejanggalan dalam kejadian tersebut.
Karier Hulk Hogan melesat saat ia tampil dalam film "Rocky III", lalu bergabung dengan WWF (sekarang WWE), di mana ia mencetak sejarah. Momen-momen seperti mengangkat André the Giant di "WrestleMania III", membentuk tim Mega Powers bersama "Macho Man" Randy Savage, hingga menjadi pusat perhatian di "WrestleMania X8" melawan The Rock, adalah bagian dari warisan tak tergantikan dalam dunia gulat.
Namun, Hogan juga dikenal karena peran kontroversialnya. Setelah berpindah ke WCW di pertengahan 1990-an, ia mengejutkan dunia gulat dengan beralih menjadi karakter jahat dalam grup New World Order (NWO). Transformasi ini tak hanya menyulut rating tinggi untuk WCW, tetapi juga menciptakan era baru dalam tayangan gulat, yang dikenal sebagai "Monday Night Wars".
Di luar ring, Hogan membintangi reality show "Hogan Knows Best" dan menjadi tokoh hiburan lintas generasi. Meski begitu, reputasinya sempat tercoreng ketika sebuah rekaman berisi ujaran rasis muncul pada 2015. Ia sempat dikeluarkan dari WWE, namun kemudian meminta maaf dan kembali tampil secara terbatas.
Menjelang akhir hayatnya, Hogan terlibat dalam proyek baru bernama Real American Freestyle, yang bertujuan mempopulerkan gaya gulat tradisional. Acara perdananya dijadwalkan berlangsung akhir Agustus, namun kepergian sang pendiri membuat pelaksanaannya penuh duka.
Dengan berpulangnya Hulk Hogan, dunia tidak hanya kehilangan seorang pegulat, tetapi juga kehilangan simbol semangat, hiburan, dan era keemasan gulat profesional.