Heboh! Guru Besar Unsoed Diduga Lecehkan Mahasiswi, BEM Desak Kampus Bertindak
JAKARTA, GENVOICE.ID - Suasana kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, lagi-lagi memanas. Kali ini, bukan soal akademik, tapi terkait isu yang sangat serius, yaitu dugaan kekerasan seksual yang melibatkan salah satu guru besar terhadap mahasiswi. Waduh, gawat banget kan Gen!
Presiden BEM Unsoed, Muhammad Hafidz Baihaqi, angkat bicara. Katanya, para mahasiswa baru aja ngadain aksi solidaritas di kampus pada Rabu (23/7) siang. Meskipun aksinya gak resmi atas nama BEM, tapi itu murni bentuk kepedulian mahasiswa terhadap penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.
"Kami mendesak kampus untuk memproses dugaan pelecehan seksual ini secara adil, transparan, dan berpihak pada korban. Kami juga mendukung penuh kerja-kerja Satgas PPKS Unsoed," tegas Hafidz.
Mahasiswa menuntut agar kasus ini diproses secara transparan, adil, dan tentunya berpihak pada korban. Mereka juga mendukung penuh kerja-kerja Satgas PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) Unsoed yang udah mulai investigasi internal.
Menurut info dari Hafidz, terduga pelaku adalah seorang guru besar dan korban yang melapor adalah mahasiswi. Saat ini, baru satu korban yang resmi melapor ke Satgas. Tapi mahasiswa khawatir bisa jadi ada korban lain yang belum berani bersuara.
Dalam aksi kemarin, mahasiswa sempat ditemui oleh Wakil Rektor 3, Prof Norman Arie Prayogo. Beliau menyampaikan kalau kampus lagi ngebahas rekomendasi sanksi untuk pelaku dalam rapat tertutup.
Jadi, ada proses investigasi dulu dari Satgas PPKS, lalu hasilnya diserahkan ke tim khusus bentukan rektorat. Nah, tim ini terdiri dari rektorat, atasan pelaku, dan unsur internal kampus.
Setelah itu, hasil investigasi dan rekomendasi bakal dikirim ke Ditjen Dikti Kemendiktisaintek buat ditindaklanjuti secara resmi.
Menanggapi isu ini, Juru Bicara Unsoed, Prof Mite Setiansah, bilang kalau saat ini dia masih dalam perjalanan pulang dari Taiwan setelah urusan akademik. Tapi, dia janji bakal ngumpulin info lebih lengkap begitu sampai Purwokerto.
Kasus dugaan pelecehan seksual di Unsoed ini menjadi pengingat pentingnya kampus sebagai ruang aman bagi seluruh civitas akademika. Mahasiswa berharap agar proses investigasi berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban.
Intinya? Mahasiswa gak tinggal diam. Mereka pengen keadilan ditegakkan dan kampus harus berdiri di pihak korban. Yuk Gen, kita kawal bareng-bareng biar kampus jadi tempat yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.