Gempa Bermagnitudo 3,4 Guncang Pangandaran Dini Hari, Kedalaman 17 Km
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gempa bumi kembali mengguncang wilayah selatan Jawa Barat. Kali ini, Kabupaten Pangandaran menjadi titik lokasi getaran dengan kekuatan magnitudo 3,4 yang tercatat terjadi pada Jumat dini hari, 25 Juli 2025.
Informasi ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun resminya di platform X (sebelumnya Twitter), @infoBMKG. Dalam keterangan tersebut, gempa terjadi pada pukul 03.27 WIB dengan pusat gempa berada di 84 kilometer barat daya Pangandaran.
Mengutip dari TribunKaltara, Jumat (25/7), BMKG mencatat titik koordinat gempa berada di 8.17 Lintang Selatan dan 107.89 Bujur Timur dengan kedalaman 17 kilometer. Meski tergolong gempa dangkal, kejadian ini tidak menimbulkan peringatan tsunami dan sejauh ini belum ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa.
Kabupaten Pangandaran, yang terletak sekitar 195 kilometer dari Kota Bandung, kerap mengalami aktivitas seismik mengingat lokasinya yang berdekatan dengan zona subduksi antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Lembaga tersebut juga mengingatkan pentingnya memverifikasi informasi gempa hanya melalui kanal resmi BMKG agar tidak terpengaruh oleh hoaks atau kabar tidak valid yang beredar di media sosial.
Fenomena gempa bermagnitudo kecil seperti ini merupakan hal yang wajar terjadi di wilayah rawan gempa seperti selatan Jawa. Aktivitas tektonik di zona lempeng subduksi Samudra Hindia menjadi penyebab utama terjadinya gempa-gempa di kawasan ini.
Sebagai informasi tambahan, dalam sepekan terakhir BMKG juga mencatat beberapa aktivitas gempa di wilayah Indonesia bagian timur, termasuk guncangan bermagnitudo 6,0 yang mengguncang Poso, Sulawesi Tengah. Meski berbeda zona, hal ini menunjukkan bahwa aktivitas seismik di kawasan Nusantara masih cukup tinggi.
Untuk masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak, BMKG menyarankan agar segera mencari perlindungan apabila terjadi guncangan susulan dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman dari risiko runtuh akibat gempa.