Elon Musk Ubah Cara Menilai Postingan di X! Fitur Baru Ini Bikin Netizen dari Berbagai Pandangan Bisa Sepakat!
JAKARTA, GENVOICE.ID- Elon Musk kembali bikin gebrakan di platform media sosial X (sebelumnya Twitter). Kali ini, sistem pengecekan fakta berbasis komunitas, Community Notes, akan punya fungsi baru yang cukup mengejutkan, yakni untuk membantu mengangkat postingan terbaik berdasarkan kesepakatan lintas pandangan!
Dilansir dari Tech Crunch, pada Kamis lalu, akun resmi Community Notes mengumumkan peluncuran uji coba fitur terbaru. Dalam program ini, sekelompok kontributor terpilih akan diminta untuk memberi penilaian terhadap postingan yang sedang ramai disukai (Like). Bedanya, mereka tak hanya diminta untuk menyukai atau tidak menyukai, tapi juga menjelaskan mengapa mereka menyukai atau tidak menyukai postingan tersebut.
Eksperimen ini memanfaatkan algoritma yang dikenal sebagai bridging algorithm, metode unik yang sebelumnya digunakan dalam pengecekan fakta. Alih-alih hanya menghitung suara terbanyak, algoritma ini mencari kesepakatan antara pengguna dengan sudut pandang berbeda. Jika pengguna dari sisi yang biasanya saling berseberangan sama-sama menganggap sebuah catatan akurat, maka catatan tersebut akan dipublikasikan untuk umum.
Kini, pendekatan serupa digunakan untuk menilai kualitas konten. Tujuannya? Menyoroti postingan yang tidak hanya populer di satu kelompok saja, tapi juga diapresiasi lintas spektrum opini. Dengan kata lain, X ingin tahu: posting mana yang benar-benar bisa menyatukan orang, bahkan di tengah polarisasi?
Dalam pernyataan resminya, X menyebut eksperimen ini sebagai langkah untuk memahami "apa yang benar-benar beresonansi secara luas." Mereka juga menekankan bahwa prosesnya akan dikembangkan secara terbuka, dimulai dengan kelompok kecil agar bisa diuji dan ditingkatkan bersama komunitas.
"Orang sering merasa dunia ini terbelah, tapi Community Notes menunjukkan bahwa orang masih bisa sepakat, bahkan dalam isu yang kontroversial," tulis akun tersebut. "Fitur eksperimental ini ingin menemukan ide, wawasan, dan opini yang bisa menjembatani perbedaan."
Langkah ini juga dianggap sebagai respons terhadap kritik bahwa sistem pengecekan fakta X terlalu lambat dan tidak mampu menyaingi arus misinformasi yang deras. Meski begitu, pendekatan bridging justru mulai ditiru oleh platform lain seperti Meta.