Efek 'Blackout' di Sumatera Bikin 4 Warga Tewas, Keluarga Histeris

Genvoice.id | 25 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Insiden istimewa yang melanda Pulau Sumatera tak hanya merugikan secara material, beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka hingga ada yang meninggal dunia akibat dari peristiwa mati lampu listrik massal.

Peristiwa yang terjadi dari tanggal 22 Mei atau Jumat malam ini setidaknya menelan korban hingga 7 jiwa. Dari ke-7 korban jiwa tersebut, 4 orang dilaporkan meninggal dunia sementara sisa lainnya sedang menjalani perawatan medis.

Dua orang yang sedang bekerja di toko aksesoris ponsel ditemukan meninggal dunia di dalam rumah toko tersebut. Pihak wajib setempat melaporkan penyebab mereka tewas dikarenakan racun asap mesin genset yang digunakan saat peristiwa pemadaman listrik massal terjadi di seluruh wilayah Sumatera.

Kejadian yang menewaskan dua orang ini terjadi di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara. Identitas dua korban meninggal dunia diketahui berinisial RR (24) yang merupakan warga Kota Tebing Tinggi, dan AA (22) yang juga warga Kabupaten Serdang Bedagai.

Selain itu, insiden tragis terjadi juga di Wilayah Tanah Datar, Sumatera Barat, yang keracunan akibat menghirup gas karbon monoksida dari mesin genset masjid saat pemadaman listrik di Sumatera.

Kedua korban tersebut diketahui berinisial GA (15) dan HAK (15). Kedua warga tersebut berstatus pelajar dari sekolah yang berbeda. Awalnya, beberapa anak muda sedang berkumpul di area sekitar masjid saat pemadaman listrik massal terjadi. Kemudian, salah satu dari mereka izin kepada pihak masjid untuk menyalakan genset, yang kemudian akan digunakan dalam mengisi baterai ponsel.

Namun, tidak semua anak berkumpul hingga larut, dua di antaranya memilih untuk pulang ke rumah masing-masing, sedangkan korban memilih untuk tetap tidur di belakang masjid dengan kondisi pintu tertutup rapat tanpa adanya ventilasi udara.

Menurut laporan warga, korban dan temannya ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada keesokan harinya. Warga yang melapor dan melihat kondisi anak tersebut lantas langsung melarikan ke rumah sakit setempat untuk diperiksa lebih lanjut. Namun naas, nyawa anak tersebut sudah tidak tertolong. Beberapa anak masih dapat diselamatkan dan masih berada dalam perawatan rumah sakit setempat.