Catat Jadwal Puasa Sebelum Idul Adha 2026, dari Dzulhijjah hingga Arafah
JAKARTA, GENVOICE.ID - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, umat Islam mulai mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah sunnah. Salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada awal bulan Dzulhijjah ialah puasa sunnah yang dipercaya memiliki banyak keutamaan dan pahala berlipat.
Puasa sunnah menjelang Idul Adha terdiri dari puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, hingga puasa Arafah. Ketiganya dilaksanakan pada hari-hari awal bulan Dzulhijjah sebelum perayaan Idul Adha berlangsung.
Selain menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT, puasa sunnah ini juga dikenal memiliki keistimewaan tersendiri berdasarkan hadis Rasulullah SAW. Karena itu, banyak umat Muslim yang rutin menjalankannya setiap tahun.
Berikut jadwal puasa sebelum Idul Adha 2026 yang bisa dicatat:
-
1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
-
2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
-
3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
-
4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
-
5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
-
6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
-
7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026
-
8 Dzulhijjah atau Puasa Tarwiyah: Senin, 25 Mei 2026
-
9 Dzulhijjah atau Puasa Arafah: Selasa, 26 Mei 2026
Puasa Dzulhijjah biasanya dikerjakan sejak tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah. Sementara tanggal 8 Dzulhijjah dikenal sebagai puasa Tarwiyah dan tanggal 9 Dzulhijjah disebut puasa Arafah.
Puasa Tarwiyah menjadi salah satu ibadah sunnah yang cukup dianjurkan karena diyakini memiliki keutamaan besar. Banyak umat Muslim menjalankan puasa ini sebagai persiapan spiritual sebelum memasuki hari Arafah.
Adapun puasa Arafah dikenal sebagai salah satu puasa sunnah paling utama. Dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan.
Selain menjalankan puasa, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, sedekah, dan amal saleh selama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Periode tersebut dianggap sebagai salah satu waktu paling mulia dalam kalender Islam.
Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah:
"Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ."
Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'âlâ."
Sementara niat puasa Tarwiyah berbunyi:
"Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ."
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'âlâ."
Untuk puasa Arafah, niat yang dapat dibaca ialah:
"Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ."
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala."
Setelah Idul Adha, umat Islam juga perlu memperhatikan larangan berpuasa pada Hari Tasyrik. Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari setelah 10 Dzulhijjah dan menjadi waktu untuk menikmati hidangan kurban serta memperbanyak rasa syukur.
Berikut jadwal Hari Tasyrik 2026:
-
11 Dzulhijjah: Kamis, 28 Mei 2026
-
12 Dzulhijjah: Jumat, 29 Mei 2026
-
13 Dzulhijjah: Sabtu, 30 Mei 2026
Pada hari-hari tersebut, umat Islam tidak diperbolehkan menjalankan puasa sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis Rasulullah SAW. Hari Tasyrik menjadi momen untuk makan, minum, dan merayakan nikmat yang telah diberikan Allah SWT, termasuk menikmati daging kurban bersama keluarga maupun kerabat.