Bolehkah Puasa di Hari Tasyrik Setelah Iduladha? Ini Penjelasan Ulama

Genvoice.id | 25 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Setelah Hari Raya Iduladha pada 10 Dzulhijjah, umat Muslim memasuki Hari Tasyrik yang berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Hari-hari tersebut dikenal sebagai momen penuh keberkahan yang identik dengan ibadah kurban, makan bersama keluarga, hingga memperbanyak zikir.

Namun, masih banyak umat Muslim yang bertanya-tanya mengenai hukum puasa di Hari Tasyrik. Terlebih bagi mereka yang rutin menjalankan puasa sunnah seperti Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh.

Hukum Puasa di Hari Tasyrik

Mayoritas ulama sepakat bahwa puasa pada Hari Tasyrik hukumnya haram. Larangan tersebut berlaku untuk puasa sunnah maupun puasa wajib.

Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa Hari Tasyrik merupakan waktu makan dan minum bagi umat Islam.

Berikut hadis yang menjadi dasar larangan puasa:

"Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum." (HR. Muslim)

Menurut penjelasan ulama, Hari Tasyrik merupakan waktu untuk menikmati nikmat Allah SWT, termasuk hidangan dari hewan kurban.

Imam Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim juga menjelaskan bahwa hadis tersebut menjadi dalil kuat mengenai larangan berpuasa di Hari Tasyrik.

Ada Pengecualian untuk Jamaah Haji

Meski umumnya dilarang, terdapat pengecualian bagi jamaah haji tertentu.

Sebagian ulama membolehkan puasa di Hari Tasyrik bagi jamaah haji yang menjalankan manasik Tamattu' atau Qiran tetapi tidak mampu menyembelih hewan hadyu.

Keterangan tersebut merujuk pada hadis riwayat Ibnu Umar dan Aisyah RA:

"Tidak diberi keringanan di hari Tasyrik untuk berpuasa kecuali jika tidak didapati hewan hadyu." (HR. Bukhari)

Namun, dalam mazhab Syafi'i, pendapat terbaru atau Qaul Jadid tetap menyatakan bahwa puasa di Hari Tasyrik tidak diperbolehkan tanpa pengecualian.

Bagaimana dengan Puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh biasanya dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Namun khusus bulan Dzulhijjah, tanggal 13 bertepatan dengan Hari Tasyrik.

Karena itu, umat Muslim tidak diperbolehkan menjalankan puasa Ayyamul Bidh pada tanggal tersebut.

Sebagai gantinya, sebagian ulama menganjurkan mengganti puasa hari ke-13 dengan hari lain agar tetap mendapatkan keutamaan puasa tiga hari setiap bulan.

Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Tasyrik

Karena puasa dilarang, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan lain yang bernilai pahala besar.

Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan selama Hari Tasyrik:

1. Menyembelih Hewan Kurban

Penyembelihan hewan kurban masih diperbolehkan hingga matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah.

2. Memperbanyak Takbir dan Zikir

Umat Muslim dianjurkan memperbanyak takbir setelah salat fardu sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

3. Makan dan Minum Bersama

Menikmati hidangan dari daging kurban bersama keluarga juga termasuk bagian dari syiar Hari Tasyrik.

4. Bersedekah Daging Kurban

Membagikan daging kepada tetangga, kerabat, dan fakir miskin menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

5. Memperbanyak Doa

Hari Tasyrik juga menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak doa demi keselamatan dunia dan akhirat.

Hari Tasyrik bukan hanya sekadar momen setelah Iduladha, tetapi juga kesempatan untuk mempererat kebersamaan, berbagi rezeki, dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.