Produser Film Harvey Weinstein Diteruskan di Rumah Sakit Bellevue Selama Proses Persidangan

Genvoice.id | 25 Apr 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Harvey Weinstein akan tetap dirawat di Rumah Sakit Bellevue untuk sementara waktu, karena keputusan lebih lanjut mengenai tempat tinggalnya ditunda oleh hakim pengadilan sipil pada hari Kamis (25/4).

Dilansir dari Variety, proses persidangan Weinstein sedang berlangsung, di mana ia menghadapi tuntutan pidana atas tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan terkait klaim dari dua wanita, yaitu Miriam Haley dan Jessica Mann, serta tambahan tuduhan baru dari Kaja Sokola, seorang mantan model dan aktris.

Weinstein didakwa dengan tuduhan pelecehan seksual terkait klaim dari Sokola yang menyebutkan bahwa ia dipaksa melakukan hubungan oral pada tahun 2006. Terkait dua klaim sebelumnya, Haley, mantan asisten produksi di Project Runway, mengaku bahwa Weinstein memaksanya melakukan hubungan oral di apartemennya di TriBeCa pada tahun 2006. Sementara itu, Jessica Mann, seorang aktris yang sedang berusaha merintis karier, menuduh Weinstein memperkosanya pada tahun 2013 di sebuah hotel di Manhattan. Weinstein telah mengajukan pembelaan tidak bersalah terhadap semua tuduhan dalam persidangan baru ini.

Kondisi kesehatan Weinstein menjadi perhatian utama menjelang persidangan ini, namun masalah tersebut tidak akan dibahas di depan para juri. Pengacara Weinstein mengajukan petisi darurat pada 15 April untuk memindahkannya ke Rumah Sakit Bellevue dari penjara Rikers, dengan alasan bahwa ia menderita beberapa kondisi medis, termasuk leukemia myeloid kronis, diabetes mellitus, dan penyakit arteri koroner yang parah.

Weinstein telah dipindahkan ke Bellevue beberapa hari yang lalu dan terlihat dalam keadaan sadar dan dapat berkomunikasi dengan pengacaranya di meja pengadilan.

Pada Kamis (25/4), persidangan Weinstein memasuki hari pertama penuh setelah pernyataan pembukaan disampaikan pada hari Rabu. Jaksa penuntut menguraikan klaim dari ketiga wanita yang menjadi pusat kasus ini, menyebutnya sebagai penyalahgunaan kekuasaan oleh Weinstein. Sementara itu, pengacara Weinstein menggambarkan interaksi tersebut sebagai "hubungan yang saling menguntungkan."

Saksi pertama yang dihadirkan pada hari Kamis adalah Elizabeth Entin, seorang pembawa acara podcast dan penulis yang merupakan teman serta teman sekamar Miriam Haley pada tahun 2006. Entin mengungkapkan bahwa pada Juli 2006, Haley menceritakan bahwa Weinstein "memaksa mulutnya untuk menyentuh vaginanya tanpa persetujuan."

Entin mengaku mengatakan kepada Haley, "Itu terdengar seperti pemerkosaan," dan menyarankan untuk menghubungi seorang pengacara.

Entin juga bersaksi pada persidangan tahun 2020 dan ketika ditanya mengenai klaim bahwa ia menatap Weinstein dengan tajam di persidangan tersebut, ia mengonfirmasi hal itu karena dia memperkosa temannya.

"Ini adalah kesempatan yang sangat, sangat langka bagi orang biasa untuk menghadapi seorang pemerkosa," kata Entin.

Christine Pressman, mantan aktris dan model yang juga merupakan teman Haley, turut bersaksi bahwa Haley pernah memberitahunya tentang insiden yang diduga terjadi saat keduanya menjadi tamu di rumah Lorne Michaels di East Hampton. Pressman mengatakan bahwa ia menyarankan Haley untuk tidak menanggapi klaim tersebut, karena Weinstein adalah orang yang sangat berkuasa di New York dan Haley tidak memiliki kekuatan apapun. Pressman tampak menangis saat memberikan kesaksian di pengadilan.

Dalam persidangan ini, Entin tampil tegas saat diminta untuk mengidentifikasi Weinstein di ruang sidang. Sementara itu, tim pembela yang dipimpin oleh pengacara Jennifer Bonjean berusaha menginterogasi Entin, dengan menyoroti ketenaran yang didapatnya setelah persidangan sebelumnya. Persidangan hari itu diwarnai dengan saling interupsi dan keberatan yang sering terjadi antara jaksa dan pengacara.

Di awal persidangan, jaksa penuntut menghadirkan seorang spesialis dari Getty Images untuk mengidentifikasi foto-foto Weinstein bersama beberapa tokoh ternama, termasuk Hillary Clinton, Bill Clinton, dan Ratu Inggris, serta sejumlah selebriti lainnya seperti Gwyneth Paltrow setelah ia memenangkan Oscar untuk film Shakespeare in Love, yang diproduksi oleh Weinstein.

Saksi pertama yang dihadirkan pada hari Rabu adalah Stefan Sterns, mantan asisten di Weinstein Company, yang memberikan kesaksian bahwa ia pernah mengantarkan Weinstein ke lobi Hotel Mercer di New York untuk bertemu dengan Haley.

Persidangan ini akan berlanjut, dan semakin banyak saksi serta bukti yang akan dipertimbangkan oleh pengadilan dalam menentukan nasib Weinstein atas tuduhan-tuduhan serius ini.