Konflik dengan Arne Slot Jadi Alasan Mo Salah Hengkang? Ini Faktanya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Keputusan Mohamed Salah untuk meninggalkan Liverpool FC pada akhir musim 2025/2026 tak datang secara tiba-tiba. Di balik perpisahan tersebut, tersimpan dinamika hubungan yang memburuk antara sang pemain dengan manajer Arne Slot dalam beberapa bulan terakhir.
Pengumuman resmi yang disampaikan pada Selasa, 24 Maret 2026, sebenarnya hanya menjadi puncak dari situasi yang sudah berkembang sejak awal musim. Padahal, kurang dari setahun sebelumnya, posisi Salah di Anfield masih sangat kuat.
Ia baru saja memperpanjang kontrak hingga 2027, setelah menjalani musim impresif dengan kontribusi besar di Premier League. Bahkan, performanya kala itu turut membantu Slot mempersembahkan gelar liga di musim perdananya bersama Liverpool.
Namun, memasuki musim berikutnya, perubahan mulai terasa. Sistem permainan yang diterapkan Slot perlahan menggeser peran Salah di dalam tim. Memasuki Desember 2025, sang penyerang tak lagi selalu menjadi pilihan utama.
Situasi ini memuncak usai laga melawan Leeds United di Elland Road. Dalam sebuah wawancara, Salah secara terbuka mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Slot tidak dalam kondisi baik. Ia juga menyinggung adanya pihak di dalam klub yang menginginkan dirinya hengkang.
Pernyataan tersebut bukan tanpa latar belakang. Ketidakpuasan disebut sudah muncul sejak Oktober, ketika Salah dicadangkan dalam pertandingan UEFA Champions League melawan Eintracht Frankfurt, meskipun Liverpool meraih kemenangan besar.
Bagi pemain asal Mesir itu, keputusan tersebut menjadi titik awal perubahan statusnya di tim. Dari sosok yang nyaris tak tergantikan, ia mulai harus menerima rotasi, bahkan sempat tidak masuk dalam skuad di beberapa pertandingan.
Di saat yang sama, Liverpool juga melakukan perombakan skuad. Kedatangan sejumlah pemain baru di lini serang mempertegas arah baru klub. Hal ini membuat Salah menyadari bahwa dirinya tak lagi menjadi pusat proyek jangka panjang.
Komunikasi dengan manajemen pun berjalan intens. Dalam beberapa pertemuan, termasuk dengan direktur olahraga klub, disampaikan bahwa perannya kemungkinan akan lebih sering dirotasi. Kondisi tersebut semakin memperjelas situasi yang dihadapinya.
Ketegangan sempat berdampak pada keputusan tim, termasuk saat Salah tidak dibawa dalam laga tandang ke markas Inter Milan. Meski demikian, ia tetap menunjukkan profesionalisme di lapangan. Saat menghadapi Brighton, Salah yang masuk dari bangku cadangan langsung memberikan kontribusi assist.
Di tengah situasi tersebut, pembicaraan antara pihak klub dan perwakilan Salah terus berlangsung. Ketika ia menjalani tugas internasional, komunikasi dilaporkan semakin intens.
Saat kembali ke Inggris pada Januari, muncul indikasi bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepahaman. Keputusan untuk berpisah di akhir musim disebut sudah disetujui secara verbal jauh sebelum pengumuman resmi dilakukan.
Kini, perpisahan tersebut menjadi penanda berakhirnya satu era penting di Liverpool. Konflik dengan pelatih mungkin menjadi salah satu faktor, tetapi perubahan arah tim dan dinamika internal klub juga memainkan peran besar dalam keputusan akhir Salah.