Keputusan Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool Bikin Andrew Robertson Galau Berat, Sebut Sang Raja Mesir Sebagai Legenda Terhebat Yang Tak Tertandingi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Suasana di markas besar Liverpool bener-bener lagi mendung dan penuh haru setelah sebuah pengumuman besar mengguncang publik Anfield. Bintang utama mereka yang sudah jadi nyawa permainan selama hampir satu dekade, Mohamed Salah, secara resmi menyatakan bakal cabut dari klub pada akhir musim 2026 ini.
Kabar yang dirilis pada Rabu (25/3/2026) dini hari WIB tersebut langsung jadi tamparan keras buat para fans fanatik The Reds di seluruh dunia. Setelah melalui diskusi panjang, Salah dan pihak manajemen akhirnya sepakat buat menyudahi kerja sama lebih awal, yang artinya sang pemain bakal melenggang pergi dengan status bebas transfer di bursa musim panas nanti.
Kepergian Salah bukan cuma soal kehilangan mesin gol yang sudah mencatatkan 255 gol dari 435 laga, tapi juga soal kehilangan sosok ikonik yang sudah membawa Liverpool kembali ke puncak kejayaan dunia. Kesedihan ini nggak cuma dirasakan suporter, tapi juga merembet ke ruang ganti pemain.
Salah satu sahabat terdekatnya di lapangan hijau, Andrew Robertson, sampai nggak bisa menahan rasa emosionalnya saat tahu kalau kebersamaan mereka selama sembilan tahun terakhir bakal segera berakhir dalam hitungan bulan nih Gen.
Mohamed Salah sendiri merasa kalau perpisahan ini adalah momen paling berat dalam perjalanan hidupnya. Lewat sebuah pesan yang sangat menyentuh, pemain asal Mesir ini menegaskan kalau Liverpool sudah mendarah daging dalam dirinya.
Ia merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dari sejarah besar klub ini dan berterima kasih kepada semua orang yang sudah menemaninya, baik saat mengangkat trofi juara maupun saat harus melewati masa-masa tersulit.
"Halo semuanya, sayangnya hari itu telah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya. Saya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim. Saya ingin memulai dengan mengatakan bahwa saya tidak pernah membayangkan betapa dalamnya klub ini, kota ini, orang-orang ini akan menjadi bagian dari hidup saya. Liverpool bukan hanya klub sepak bola, itu adalah gairah, itu adalah sejarah. Itu adalah semangat. Saya tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata kepada siapa pun yang bukan bagian dari klub ini. Kami merayakan kemenangan, kami memenangkan trofi terpenting, dan kami berjuang bersama melewati masa-masa tersulit dalam hidup kami. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang menjadi bagian dari klub ini selama saya berada di sini, terutama rekan-rekan setim saya di masa lalu dan sekarang. Dan kepada para penggemar: Saya tidak punya cukup kata untuk mengungkapkan betapa besar dukungan yang kalian berikan kepada saya selama masa terbaik dalam karier saya dan kalian selalu berada di sisi saya di masa-masa sulit. Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan dan akan selalu saya kenang. Pergi bukanlah hal yang mudah. Kalian memberi saya masa-masa terbaik dalam hidup saya. Saya akan selalu menjadi bagian dari kalian. Klub ini akan selalu menjadi rumah bagi saya dan keluarga saya. Terima kasih untuk segalanya, karena kalian semua aku tidak akan pernah berjalan sendirian," ungkap Salah dalam pesan panjangnya.
Merespons kabar tersebut, Andrew Robertson langsung mengunggah foto kenangan mereka di media sosial dengan caption yang bikin mewek. Sebagai sesama pemain yang datang di tahun 2017, Robertson tahu persis gimana kerja keras Salah dari hari ke hari. Ia menyebut kalau mentalitas Salah bener-bener nggak ada lawan dan patut jadi contoh buat pemain mana pun di dunia.
"Mohammed, Terima kasih. 9 tahun terbaik dalam hidup kita dengan kenangan luar biasa di dalam dan di luar lapangan. Menyaksikanmu menjadi yang terbaik dalam apa yang kamu lakukan dan menjadi salah satu yang terbaik yang pernah mengenakan seragam Liverpool adalah suatu kebahagiaan untuk disaksikan dan menjadi bagian darinya. Mentalitasmu tak tertandingi dan banyak orang bisa mencontohmu. Kamu telah mendorong dirimu sendiri setiap hari dan selalu menuntut lebih dari dirimu sendiri dan orang lain. Suatu kehormatan bisa berbagi lapangan denganmu begitu lama, tetapi lebih dari itu, bisa menyebutmu sebagai teman. Kamu pantas mendapatkan perpisahan yang mencerminkan statusmu di LFC - yang terhebat. Tak tertandingi," tulis bek asal Skotlandia tersebut.
Kehilangan sosok Salah pastinya bakal meninggalkan lubang besar di lini depan Liverpool. Namun, sebelum benar-benar berpamitan di akhir musim nanti, publik Anfield pastinya berharap sang Raja Mesir bisa memberikan kado perpisahan yang manis berupa tambahan trofi untuk menutup karier legendarisnya dengan sempurna.