Kebakaran Laundry Di Kelapa Gading Bikin Geger, Dua Warga Jadi Korban Luka Bakar Dan Kerugian Tembus Ratusan Juta Rupiah
JAKARTA, GENVOICE.ID - Insiden mengerikan baru saja terjadi di tengah kawasan padat penduduk Jakarta Utara yang bikin warga sekitar langsung panik luar biasa. Sebuah toko jasa cuci pakaian atau laundry yang berlokasi di Jalan Raya Kelapa Nias No.1, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, ludes diamuk si jago merah pada Rabu siang.
Asap hitam pekat terlihat membubung tinggi dari bangunan tersebut, memicu ketakutan warga yang melintas di area yang biasanya ramai tersebut. Kejadian yang berlangsung sangat cepat ini tidak hanya menghanguskan bangunan dan isinya, tetapi juga memakan korban luka-luka yang harus segera dilarikan ke pusat medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan darurat.
Suasana di lokasi kejadian sempat mencekam saat api dengan cepat merambat ke bagian dalam toko, sementara warga sekitar berusaha menyelamatkan diri dan barang berharga mereka. Tim pemadam kebakaran pun harus bekerja ekstra keras untuk memastikan api tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya yang letaknya cukup berdekatan nih Gen.
Menurut keterangan resmi dari pihak Kasiops Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, musibah ini mengakibatkan dua orang warga mengalami luka bakar yang cukup serius di bagian tubuh mereka. Korban pertama adalah seorang pria berusia 27 tahun dengan inisial YN yang menderita luka bakar pada bagian tangan.
Sementara korban kedua adalah seorang perempuan berinisial IP berusia 38 tahun yang juga mengalami luka ringan, tepatnya di area tangan sebelah kiri. "Kedua korban sudah dibawa ke Puskesmas Kelapa Gading," kata Gatot dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu. Beruntung petugas medis segera menangani kedua korban tersebut sehingga luka yang dialami tidak berakibat lebih fatal.
Kronologi kejadian bermula saat pihak pemadam kebakaran menerima laporan darurat dari warga pada pukul 14.34 WIB. Tanpa membuang waktu, petugas Gulkarmat Jakarta Utara langsung meluncur dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.42 WIB untuk segera melakukan tindakan pemadaman.
Mengingat api yang cukup besar dan material di dalam laundry yang mudah terbakar, sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Tidak kurang dari 50 personel pemadam kebakaran harus berjibaku melawan panasnya api selama lebih dari satu jam.
Setelah perjuangan yang cukup melelahkan, api akhirnya berhasil dikuasai dan dinyatakan padam sepenuhnya sekitar pukul 15.57 WIB. "Pemadaman sudah selesai dan api dapat diatasi oleh petugas," ujar Gatot memastikan lokasi sudah kembali aman.
Berdasarkan hasil investigasi sementara di lapangan, penyebab utama kebakaran diduga kuat berasal dari adanya kebocoran gas elpiji yang digunakan dalam operasional laundry tersebut. Api yang muncul dari kebocoran gas tersebut langsung membesar dan melahap bangunan seluas 39 meter persegi tersebut dalam waktu singkat.
Akibat kejadian ini, pemilik usaha laundry harus menelan pil pahit karena seluruh peralatan dan bangunan hangus tak tersisa.
"Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta," katanya lagi. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku usaha lainnya untuk selalu mengecek instalasi gas dan peralatan kerja secara rutin demi mencegah terjadinya musibah serupa.