Influencer Mulai "Kalah"? Gen Z Ternyata Lebih Percaya Review Orang Biasa!

Genvoice.id | 25 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Di tengah maraknya influencer yang membanjiri media sosial dengan berbagai endorsement produk, sebuah fakta mengejutkan terungkap, bahwa Gen Z kini justru lebih percaya pada review orang biasa dibanding influencer.

Fenomena ini bukan sekadar asumsi. Berdasarkan riset terbaru, sebanyak 72% Gen Z menganggap ulasan dari konsumen sebagai sumber paling kredibel saat menilai kualitas suatu produk.

Artinya, meski influencer marketing terus berkembang pesat, kepercayaan generasi muda justru mulai bergeser ke arah yang lebih "real" dan autentik.

Review Jujur Lebih "Ngena" di Hati Gen Z

Bagi Gen Z, kejujuran adalah segalanya. Mereka cenderung mencari pengalaman nyata dari pengguna lain sebelum memutuskan membeli produk. Review yang terasa apa adanya dinilai lebih relevan dibanding konten promosi yang terlihat terlalu sempurna.

Tak hanya itu, Gen Z juga mempertimbangkan berbagai sumber lain seperti riset independen dan opini ahli. Kedua faktor ini bahkan berada di posisi tinggi setelah review konsumen, dengan tingkat kepercayaan mencapai 68%.

Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh iklan semata, melainkan lebih kritis dalam menyaring informasi.

Influencer Masih Ada, Tapi Tak Lagi Dominan

Menariknya, meski influencer masih punya pengaruh, tingkat kepercayaannya lebih rendah dibanding sumber lain. Konten influencer hanya berada di angka sekitar 55%, bahkan kalah dari artikel berita yang mencapai 58%.

Sementara itu, kampanye brand atau strategi PR justru jadi yang paling rendah tingkat kepercayaannya.

Kondisi ini menandakan bahwa Gen Z mulai sadar bahwa banyak konten influencer bersifat berbayar, sehingga mereka lebih berhati-hati dalam mempercayainya.

Kenapa Gen Z Lebih Pilih "Orang Biasa"?

Ada beberapa alasan kenapa tren ini terjadi. Salah satunya adalah kebutuhan akan transparansi. Gen Z ingin melihat pengalaman nyata tanpa filter, bukan sekadar promosi yang sudah "dipoles".

Selain itu, faktor yang paling mendorong mereka untuk membeli produk adalah informasi yang jelas dan berguna (37%), diikuti oleh melihat orang biasa membicarakan produk tersebut (35%).

Dengan kata lain, keaslian pengalaman menjadi kunci utama dalam memengaruhi keputusan mereka.

Sinyal Baru untuk Brand dan Influencer

Perubahan ini tentu jadi "alarm" bagi brand dan para influencer. Strategi pemasaran yang terlalu mengandalkan endorsement kini mulai kehilangan daya tarik di mata Gen Z.

Sebaliknya, brand perlu mulai membangun kepercayaan melalui pengalaman nyata konsumen, ulasan jujur, dan transparansi produk.

Jadi, Siapa yang Paling Berpengaruh Sekarang?

Jawabannya mungkin mengejutkan: bukan lagi influencer, tapi kamu, pengguna biasa.

Di era sekarang, satu review jujur bisa lebih kuat dari satu postingan endorsement mahal. Jadi, sebelum beli sesuatu, kamu tim percaya influencer atau review orang biasa?