Suporter Milan Senyum Lebar, Jens Petter Hauge Bikin Rekor yang Tak Dimiliki Haaland
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Jens Petter Hauge mendadak jadi sorotan setelah tampil gemilang di Liga Champions 2025-2026. Mantan pemain AC Milan itu menjadi mimpi buruk bagi Inter Milan sekaligus mengukir rekor unik yang bahkan belum pernah dicapai kompatriotnya, Erling Haaland.
Hauge berperan besar dalam keberhasilan Bodø/Glimt menyingkirkan Inter di babak playoff fase gugur. Pada leg pertama, ia mencetak satu gol saat timnya menang 3-1. Kontribusinya berlanjut di leg kedua di San Siro, Selasa (24/2), ketika ia membuka keunggulan dan membantu Bodø/Glimt menang 2-1.
Hasil tersebut memastikan wakil Norwegia lolos dengan agregat meyakinkan 5-2, sebuah kejutan besar mengingat Inter berstatus raksasa Serie A.
Rekor yang belum bisa dicapai Haaland
Dua gol ke gawang Inter melengkapi koleksi enam gol Hauge di Liga Champions musim ini. Catatan itu menjadikannya pemain dengan gol terbanyak untuk klub Norwegia dalam satu musim UCL.
Menariknya, sebagian besar gol tersebut lahir saat menghadapi tim-tim elite Eropa. Hauge dua kali membobol gawang Tottenham, mencetak gol melawan Borussia Dortmund dan Manchester City di fase liga, lalu menambah dua gol lagi di fase gugur.
Prestasi itu melampaui capaian Haaland saat masih bermain di tanah kelahirannya. Striker Manchester City tersebut hanya mencetak empat gol di kompetisi Eropa bersama Molde, itu pun di Liga Europa, bukan Liga Champions.
Bangga dengan perjalanan tim lokal
Usai laga, Hauge mengaku bangga dengan perjalanan Bodø/Glimt yang banyak diperkuat pemain lokal. Ia menyebut keberhasilan menyingkirkan Inter sebagai malam yang spesial.
Menurutnya, timnya tahu akan menghadapi laga sulit melawan klub besar. Namun kerja keras kolektif dan keyakinan terhadap proyek klub membuat mereka mampu membuktikan diri di panggung tertinggi Eropa.
Faktor emosional sebagai eks pemain Milan
Keberhasilan ini terasa makin emosional bagi Hauge karena ia pernah membela AC Milan pada 2020-2022. Klub Italia itu menjadi tim luar Norwegia pertama dalam kariernya sebelum ia melanjutkan perjalanan ke Eintracht Frankfurt dan Gent, lalu pulang ke Bodø/Glimt pada 2024.
Hauge mengaku masih menjaga hubungan baik dengan banyak mantan rekan setimnya di Milan. Ia bahkan menyebut sejumlah teman lamanya ikut senang melihat dirinya mencetak gol ke gawang rival sekota Rossoneri.
Ia juga menyinggung rivalitas panas antara Milan dan Inter. Menurutnya, meski mayoritas penonton di stadion mendukung Inter, banyak pendukung Milan yang diam-diam memberi dukungan kepada Bodø/Glimt.
Golnya ke gawang Inter pun terasa lebih bermakna. Selain membawa klub Norwegia mencetak sejarah, momen itu sekaligus membuat sebagian fans Milan tersenyum melihat rival abadi mereka tersingkir lebih awal dari Liga Champions.