Willie Salim Klarifikasi Konten Settingan, Bongkar Rahasia di Balik Video Viral yang Dituduh Bohongi Publik!

Genvoice.id | 25 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Jagat media sosial lagi heboh banget nih, Gen, gara-gara salah satu kreator konten paling populer di Indonesia, Willie Salim, kena semprot tudingan miring soal konten giveaway-nya. Selama ini kita tahu kalau Willie sering banget bagi-bagi rezeki dengan konsep yang kelihatan spontan dan menyentuh hati di jalanan. Tapi, tiba-tiba muncul pengakuan mengejutkan dari seorang pria bernama Risky yang mengklaim kalau salah satu aksi viral Willie itu sebenarnya cuma akting alias settingan belaka.

Drama panas ini bermula saat Risky membongkar pengalamannya yang mengaku diajak jadi talent untuk berperan sebagai pengemudi ojek online yang nggak sengaja ketemu Willie. Isu ini langsung meledak karena selama ini Willie dikenal sebagai sosok dermawan yang tulus, bahkan sampai dijuluki sebagai MrBeast versi lokal.

Netizen pun mulai terbelah, ada yang merasa dikhianati dan ada juga yang masih setia membela sang influencer. Mengingat Willie punya pengaruh yang gede banget di platform kayak TikTok dan YouTube, klarifikasi dari cowok kelahiran 2002 ini jadi hal yang paling ditunggu-tunggu biar nggak ada lagi simpang siur soal integritasnya sebagai kreator konten papan atas di tahun 2026 ini, Gen.

Kehebohan ini makin menjadi saat Risky menceritakan detail skenario yang harus dia jalani. Katanya, dia diminta berpura-pura mencarikan pohon pisang dengan imbalan Rp2 juta. Bahkan, menurut Risky, tim produksi sudah koordinasi duluan sama pemilik kebun. Yang paling bikin nyesek buat penonton adalah klaim Risky kalau uang Rp2 juta yang diterima di depan kamera itu harus dibalikin lagi setelah syuting selesai.

"Awalnya bilang, 'Mas cariin saya pisang sama pohonnya kalau bisa saya kasih dua juta,'" ujar Risky, menirukan arahan yang ia terima saat itu.

Nggak mau masalah makin melebar, Willie Salim akhirnya muncul dan kasih penjelasan lewat Instagram Story pada Minggu, 25 Januari 2026. Dengan tenang, Willie menjelaskan kalau apa yang dia lakukan itu adalah bagian dari industri kreatif yang menggunakan konsep storytelling.

"Aku jarang menanggapi isu, tapi karena ini sudah jadi konsumsi publik, aku merasa perlu meluruskan beberapa hal dengan kepala dingin. Itu adalah format hiburan untuk menyampaikan cerita, bukan niat untuk menipu atau merugikan siapa pun," tulis Willie dalam unggahannya.

Willie membela diri dengan menyebutkan istilah-istilah keren di dunia konten digital kayak dramatization dan reenactment. Menurutnya, pendekatan itu dipakai supaya ceritanya lebih menarik buat ditonton, bukan buat nipu. Dia juga menegaskan kalau dia punya prinsip kuat buat nggak pernah bohong soal pemberian hadiah yang sebenarnya.

Hal lain yang perlu kamu tahu, Gen, Willie bilang kalau video yang lagi diributin itu sebenarnya konten lama dari tahun 2023. Saat itu, dia mengaku masih dalam tahap belajar banget buat cari jati diri sebagai kreator. Willie mengaku siap dikritik, tapi dia menyayangkan kalau kritikan itu malah berubah jadi aksi doxxing atau penyebaran data pribadi yang bikin dia ngerasa nggak aman.

"Ketika kritik berubah menjadi doxxing, penyebaran data pribadi, atau tindakan nyata mendatangi rumah seseorang hingga membuat orang merasa terancam dan tidak aman, itu bukan lagi kritik, itu sudah membahayakan orang lain," tegas Willie.

Willie Salim yang sudah aktif sejak 2020 ini pun memilih buat tetep fokus bikin konten yang punya dampak positif buat masyarakat ke depannya.

Gimana tanggapan Gen soal penggunaan konsep storytelling atau settingan dalam konten berbagi, apakah itu masih bisa diterima sebagai hiburan atau menurutmu itu murni pembohongan publik?