Liverpool Makin Terpuruk di Awal 2026, Lima Laga Tanpa Kemenangan Bikin Posisi Arne Slot Terancam!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Awal tahun 2026 yang seharusnya jadi momen buat gas pol mengejar trofi justru berubah jadi mimpi buruk yang nggak berujung buat skuad Liverpool, Gen. Bukannya pamer performa gahar, klub raksasa yang bermarkas di Anfield ini malah terjebak dalam krisis hasil yang bener-bener bikin para penggemarnya garuk-garuk kepala. Memasuki bulan Januari 2026, mesin tempur The Reds seolah-olah macet total dan kehilangan taringnya di kompetisi paling bergengsi, Premier League.
Keterpurukan ini makin diperparah setelah dalam lima pertandingan terakhir di liga sejak pergantian tahun, Liverpool sama sekali nggak pernah merasakan manisnya kemenangan. Gaya main mereka yang biasanya terkenal sangat agresif dan penuh tekanan, sekarang malah sering banget berakhir antiklimaks, entah itu cuma dapet hasil imbang yang nyesek atau justru kalah secara dramatis di menit-menit akhir. Puncaknya terjadi baru-baru ini saat mereka harus bertamu ke markas Bournemouth pada Minggu dini hari WIB, 25 Januari 2026.
Alih-alih bawa pulang poin penuh, Liverpool justru kena mental setelah kalah tipis 2-3 lewat gol telat lawan di masa injury time yang bikin suasana ruang ganti makin panas dan penuh tanda tanya besar soal masa depan tim musim ini, Gen.
Kekalahan menyakitkan dari Bournemouth itu bener-bener jadi simbol betapa rapuhnya lini pertahanan dan mentalitas tim di awal tahun ini. Gol yang dicetak Amine Adli pada menit ke-90+5 seolah jadi tamparan keras buat Virgil van Dijk dan kawan-kawan. Sebelum tragedi di markas Bournemouth, Liverpool sudah lebih dulu ditahan imbang sama tim-tim kayak Burnley, Arsenal, Fulham, sampai Leeds United. Skor imbang 1-1 lawan Burnley dan 2-2 kontra Fulham jadi bukti kalau konsistensi mereka lagi di titik terendah. Parahnya lagi, pas ketemu tim besar kayak Arsenal atau tim kuda hitam kayak Leeds, lini serang mereka mendadak tumpul dan cuma bisa main tanpa gol.
Kondisi ini bikin posisi Liverpool di klasemen sementara Premier League makin terpojok, Gen. Sekarang mereka cuma nangkring di urutan keempat dengan koleksi 36 poin. Jaraknya sudah makin jauh, ketinggalan 14 poin dari Arsenal yang anteng banget di puncak klasemen. Selisih poin yang lebar banget ini bukan cuma sekadar angka, tapi sudah jadi alarm darurat kalau Liverpool sudah hampir pasti coret dari perburuan gelar juara dan sekarang malah harus berjuang mati-matian cuma buat tetap ada di zona Liga Champions.
Manajer Liverpool, Arne Slot, bener-bener jujur soal kondisi timnya yang lagi berantakan. Dia nggak mau nyari alasan ke sana-kemari dan lebih milih buat nyalahin performa timnya sendiri yang sering bikin kesalahan konyol di lapangan.
"Mungkin itu merangkum musim kami. Setiap kali ada hal lain, setiap kali ada sesuatu yang istimewa, bagaimana kami kebobolan tetapi kami kebobolan. Satu-satunya yang harus disalahkan adalah diri kami sendiri," kata Slot dikutip dari Sky Sport.
Selain soal kesalahan sendiri, Slot juga ngaku kalau jadwal yang padat banget bikin fisik anak asuhnya rontok. Dia ngeliat kalau di akhir-akhir pertandingan, banyak pemain yang sudah kehabisan bensin dan nggak sanggup lagi buat fokus seratus persen.
"Saya pikir aman untuk mengatakan mereka bisa mencetak gol 3-2 sedikit lebih awal. Beberapa pemain kami kehabisan energi, dan saya tidak bisa mengkritik mereka untuk itu," tegas Slot.
Sekarang tantangannya tinggal gimana cara Slot balikin mental juara timnya sebelum mereka makin jauh tenggelam di papan tengah. Fans jelas nggak mau liat tim kesayangan mereka terus-terusan dapet hasil ampas kayak gini di sisa musim.
Kira-kira menurut Gen, apakah Liverpool perlu belanja pemain baru di bursa transfer musim dingin ini atau Arne Slot yang harus ganti taktik biar nggak gampang ditembus lawan?