Heboh! Kurir Buang 207 Ribu Ekstasi ke Jurang Tol, Polisi Ungkap Aksi Pelarian Dramatis
JAKARTA, GENVOICE.ID - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri akhirnya menangkap satu tersangka utama di balik kasus narkoba yang sempat bikin geger ruas Tol Trans Sumatera KM 136B, Lampung.
Tersangka itu berinisial MR, seorang kurir yang sebelumnya pernah dipenjara karena kasus sabu.
Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menyebut MR ditangkap pada Minggu, 23 November 2025, saat ia sedang dalam perjalanan menuju Tigaraksa, Tangerang, bersama keluarganya. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Subdit 4 dan Satgas NIC Dittipidnarkoba.
Nama MR bukan nama baru di dunia peredaran narkoba. Ia merupakan residivis kasus sabu 0,5 gram yang divonis 4 tahun 6 bulan penjara pada 2013. Kali ini, perannya jauh lebih besar: membawa 207.529 butir ekstasi dari Palembang menuju Jakarta lewat jalur darat dan laut. Ia mendapat perintah dari seseorang berinisial U yang saat ini masih buron.
Drama dimulai saat MR mengalami kecelakaan di ruas Tol Trans Sumatera pada Kamis, 20 November, saat menuju Pelabuhan Bakauheni. Mobilnya ringsek. Dalam kondisi panik, MR langsung mengeluarkan lima tas berisi ekstasi dan membuangnya ke jurang di samping tol sebelum kabur.
Namun pelarian itu hanya bertahan beberapa hari. MR akhirnya diciduk pada Minggu (23/11). Saat dilakukan pengembangan kasus, MR sempat mencoba kabur lagi sehingga polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur. Kini, penyidik masih mendalami peran MR dan mencari otak di balik jaringan tersebut.
Kasus ini terungkap berkat patroli jalan tol yang menemukan mobil hitam kecelakaan tanpa pengemudi. Saat petugas menyisir lokasi, mereka mendapati sebuah tas besar berwarna biru berisi lima tas lainnya: tiga tas cokelat, satu merah tua, dan satu biru. Setelah berkoordinasi dengan TNI dan Polri, tas itu dibuka dan ditemukan 34 kantong berisi narkotika.
Kasus ini langsung menjadi sorotan karena jumlah ekstasi yang dibawa serta cara pelaku mencoba menyingkirkan barang bukti. Polisi kini mengejar sosok U yang diduga menjadi pengendali operasi.