Gunung Lewotobi Naik ke Level Awas, Aktivitas Gempa Meledak 64 Kali dalam 8 Jam!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, resmi dinaikkan ke Level IV atau Awas.
Keputusan ini diambil setelah Badan Geologi Kementerian ESDM mendeteksi aktivitas vulkanik yang meningkat drastis sepanjang hari Senin.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa kenaikan status ini berlaku mulai pukul 21.00 Wita. Dalam kurun waktu delapan jam, alat pemantau mencatat 64 gempa vulkanik dalam dan 21 tremor non-harmonik. Angka itu menandakan adanya suplai magma baru yang muncul dengan cepat menuju permukaan, sehingga meningkatkan potensi terjadinya erupsi eksplosif.
Sejak pukul 14.00 Wita, aktivitas gempa vulkanik dalam juga terlihat naik signifikan. Pergerakan magma yang cepat ini menjadi sinyal kuat bahwa gunung bisa mengalami letusan lebih besar. Apalagi, erupsi terakhir Lewotobi terjadi baru-baru ini, pada 18 Oktober 2025.
Sepanjang satu minggu terakhir, gempa embusan tercatat fluktuatif. Fluktuasi ini menunjukkan tekanan gas yang aktif di kedalaman dangkal, sementara jumlah gempa yang relatif stabil menandakan suplai gas dan magma masih terus berlangsung.
Bahkan data deformasi dari tiltmeter memperlihatkan pola inflasi yang cukup signifikan dalam waktu singkat-indikasi lain bahwa magma tengah bergerak dan mendorong tubuh gunung. Sistem GNSS pun menunjukkan kenaikan komponen vertikal dalam tiga hari terakhir, menambah bukti bahwa aktivitas magma semakin dekat ke permukaan.
Dengan kondisi seintens ini, Badan Geologi meminta masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati radius 6 km dari pusat erupsi serta radius sektoral 7 km pada arah barat laut hingga timur laut. Warga juga diminta tetap tenang dan tidak mempercayai informasi dari sumber yang tidak jelas.
Wilayah sekitar juga diminta waspada terhadap ancaman banjir lahar, terutama jika hujan lebat turun di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Lewotobi, seperti Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. Untuk warga yang terdampak hujan abu, penggunaan masker sangat dianjurkan.
Badan Geologi turut mengingatkan bahwa sebaran abu vulkanik dapat mengganggu operasional bandara serta jalur penerbangan jika angin membawa material ke arah wilayah udara yang dilalui pesawat.
Dengan status Level IV Awas, Gunung Lewotobi Laki-laki kini masuk fase aktivitas tertinggi. Pemerintah meminta semua pihak untuk tetap waspada sambil mengikuti arahan resmi demi menjaga keselamatan bersama.