BP dan Vivo Pulih, Shell Masih Kekurangan BBM
JAKARTA, Genvoice.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU swasta telah menunjukkan pemulihan di beberapa merek, namun Shell masih menjadi satu-satunya SPBU yang belum mencapai kesepakatan dengan Pertamina Patra Niaga.
Direktur Jenderal Migas ESDM, Laode Sulaeman, mengungkap bahwa SPBU swasta seperti BP-AKR dan Vivo sudah menerima pasokan BBM dari Pertamina dengan volume awal masing-masing 100 ribu barel. Dengan pengiriman ini, masalah stok yang sempat terjadi mulai mereda di kedua jaringan tersebut.
Sementara itu, Shell masih belum menandatangani kesepakatan pembelian base fuel dari Pertamina Patra Niaga. Laode mengungkap bahwa negosiasi sudah "memasuki tahap akhir", namun volume pembelian dan detail kesepakatan belum dipublikasikan. SPBU Shell menjadi satu-satunya yang sampai saat ini belum stabil kembali dari kelangkaan stok.
Shell sendiri telah menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan. Mereka menyatakan tengah melakukan upaya percepatan penanganan pasokan sekaligus memastikan prosedur pengadaan dan standar mutu tetap terpenuhi.
Krisis pasokan BBM ini bermula dari pembatasan kuota impor bagi distributor swasta, yang memaksa mereka untuk mengandalkan suplai dari Pertamina. SPBU swasta yang belum menyepakati pembelian base fuel dengan Pertamina terpaksa mengalami kekosongan stok.
Dengan BP dan Vivo telah pulih, perhatian kini tertuju pada Shell untuk segera menandatangani kerjasama pasokan agar dapat kembali menyediakan BBM secara normal.
Pemerintah melalui ESDM terus memantau perkembangan negosiasi dan memastikan agar semua distributor swasta memenuhi kewajiban mendapatkan pasokan base fuel.
Laode menekankan bahwa pemerintah terus akan mengawasi agar kebijakan pasokan dan distribusi tidak menimbulkan dampak negatif bagi ketahanan energi nasional.