Aston Martin Incar Christian Horner untuk Gantikan Andy Cowell sebagai CEO dan Team Principal
JAKARTA, Genvoice.id - Rumor mengenai masa depan Christian Horner di Formula 1 kembali menguat. Setelah didepak dari Red Bull pada Juli 2025, namanya langsung dikaitkan dengan berbagai tim, dan salah satu yang paling santer adalah Aston Martin. Sejumlah laporan menyebut bahwa tim yang berbasis di Silverstone itu tengah mempertimbangkan Horner sebagai kandidat untuk menggantikan Andy Cowell sebagai CEO sekaligus Team Principal.
Andy Cowell sendiri mengungkapkan bahwa Horner "menghubungi hampir setiap pemilik tim" untuk mencari peluang kembali ke F1. Berdasarkan laporan dari ESPN, menyebutkan bahwa pendekatan Horner tidak sekadar mengincar jabatan operasional, tetapi juga kepemilikan saham.
Di sisi Aston Martin, kemunculan rumor ini semakin menguat karena keberadaan Adrian Newey, mantan rekan kerja Horner selama bertahun-tahun di Red Bull, yang kini menjabat sebagai Managing Technical Partner di Aston Martin.
Banyak yang menilai bahwa hubungan historis keduanya dapat menjadi alasan kuat Horner bergabung. Namun, hubungan mereka bukan hambatan, justru dapat menjadi pendorong bagi struktur baru Aston Martin yang tengah bersiap menghadapi era regulasi 2026.
Meski begitu, Cowell dengan cepat menepis spekulasi tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan apa pun terkait keterlibatan Horner, baik sebagai eksekutif maupun investor.
Sikap resmi Aston Martin pun selaras, mereka memilih tidak mengomentari isu tersebut dan menyebutnya sebagai rumor belaka. Fokus tim disebut tetap pada pengembangan mobil dan persiapan jangka panjang bersama Newey.
Meski menarik secara strategi, langkah ini tetap menyimpan tantangan. Masuknya Horner berpotensi menimbulkan gesekan internal, terutama karena Cowell masih menjabat dan sedang mengatur fondasi teknis untuk musim-musim mendatang.
Selain itu, publik juga masih mengingat dinamika dan kontroversi yang mengiringi kepergiannya dari Red Bull, yang dapat membawa dampak reputasi bagi Aston Martin jika tidak dikelola dengan hati-hati.