Wasit Jelaskan Kontroversi Timeout Thunder saat Kalahkan Pacers di 2OT
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pertandingan menegangkan antara Oklahoma City Thunder dan Indiana Pacers berakhir dengan kemenangan tipis 141-135 untuk Thunder, namun momen akhir laga justru memicu perdebatan di kalangan penggemar dan analis NBA.
Insiden itu terjadi di sisa 22,5 detik babak kedua perpanjangan waktu. Saat Obi Toppin berhasil memangkas ketertinggalan Pacers menjadi 139-135, ia tampak berhasil mencuri bola dari lemparan masuk Thunder-momen yang seolah menghidupkan kembali harapan Pacers dan mengingatkan publik pada aksi heroik TJ McConnell di Final NBA 2025.
Namun, situasi berubah drastis ketika wasit mengabulkan permintaan timeout dari pelatih Thunder, Mark Daigneault, tepat sebelum bola benar-benar terlepas. Keputusan itu membuat kubu Pacers, termasuk pelatih Rick Carlisle, terlihat kesal di pinggir lapangan karena peluang untuk merebut bola lenyap begitu saja.
Setelah permainan dilanjutkan, Shai Gilgeous-Alexander sukses menambah dua poin melalui lemparan bebas dan menutup laga dengan total 55 poin-pencapaian tertinggi dalam kariernya sejauh ini. Hasil tersebut sekaligus menandai kemenangan kedua beruntun Thunder yang diperoleh lewat dua kali perpanjangan waktu.
Kontroversi pun berlanjut usai pertandingan. NBA merilis Pool Report untuk menjelaskan keputusan wasit yang dianggap kontroversial. Crew Chief Josh Tiven menegaskan bahwa permintaan timeout dilakukan dengan sah. "Pelatih Daigneault berada di dekat garis tengah dan secara verbal meminta timeout sebelum bola dilepaskan dalam lemparan masuk," jelas Tiven.
Dengan penjelasan tersebut, keputusan wasit dianggap sudah sesuai aturan. Begitu timeout dikabulkan, permainan harus dihentikan meskipun tampak seolah Toppin telah mencuri bola. Meski begitu, banyak penggemar Pacers yang tetap merasa keputusan itu mengubah arah pertandingan.
Kini, perhatian publik tertuju pada laporan Last Two Minutes (L2M) dari NBA yang akan menentukan apakah keputusan wasit benar-benar tepat secara prosedural. Terlepas dari polemik yang terjadi, kemenangan ini semakin mempertegas performa dominan Thunder musim ini, sekaligus memperlihatkan betapa pentingnya peran Shai Gilgeous-Alexander sebagai motor utama tim dalam menghadapi tekanan di momen-momen krusial.