Trump Berencana Lakukan Serangan Darat ke Venezuela, Klaim Targetkan Pengedar Narkoba
JAKARTA, GENVOICE.ID - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menimbulkan kontroversi setelah menyatakan rencana memperluas operasi militer terhadap dugaan pengedar narkoba asal Venezuela - kali ini lewat serangan darat.
Dalam konferensi pers pada Kamis (23/10), Trump mengatakan pemerintahannya akan melanjutkan operasi yang sebelumnya hanya dilakukan lewat udara dan laut. "Tahap berikutnya adalah darat," ujar Trump setelah menghadiri pertemuan dengan sejumlah pejabat pemerintahannya. "Kami mungkin akan memberi tahu Senat atau Kongres tentang hal itu, tapi saya tidak bisa membayangkan mereka akan menolak."
Trump juga menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari "perang melawan terorisme narkoba". Ia dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebelumnya telah mengonfirmasi adanya sembilan serangan militer di kawasan Karibia dan Pasifik, yang menewaskan setidaknya 37 orang.
"Seperti halnya al-Qaida menyerang tanah air kita, kartel-kartel ini juga memerangi perbatasan dan rakyat kita," tulis Hegseth di media sosial. Ia menambahkan, "Tidak akan ada tempat berlindung atau pengampunan - hanya keadilan."
Namun, rencana Trump menuai kritik dari berbagai pihak. Beberapa analis menilai operasi anti-narkotika ini hanyalah kedok untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang oleh Trump disebut sebagai "narco-teroris."
Kritik juga datang dari kalangan politik, termasuk dari Demokrat dan sebagian pendukung Trump sendiri. Senator Demokrat Mark Kelly dari Arizona menilai kebijakan tersebut berpotensi membahayakan nyawa warga Amerika.
"Sekarang kita menerbangkan pesawat B-52 di sepanjang pantai Venezuela dan berbicara soal perubahan rezim? Kapan hal semacam itu pernah berhasil bagi Amerika Serikat? Baik di Vietnam, Kuba, Irak, atau Afghanistan, hasilnya selalu sama: risiko besar bagi nyawa warga Amerika," ujar Kelly dalam wawancaranya di MSNBC.
Trump sendiri membantah laporan The Wall Street Journal yang menyebut AS menerbangkan pesawat pembom B-1 di dekat Venezuela pada hari yang sama. Meski demikian, banyak pengamat menilai pernyataan dan tindakan terbaru Trump berpotensi meningkatkan ketegangan militer antara Washington dan Caracas.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.