Cemburu Akut, Istri di Jakbar Tega Potong Kelamin Suami: Korban Tewas Usai Dirawat!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, ada berita kriminal yang bikin geleng-geleng kepala dari Jakarta Barat, tepatnya Kebon Jeruk. Ini bukan cuma drama kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) biasa, tapi sudah berujung tragis dan nyawa melayang.
Seorang pria berinisial H (35) meninggal dunia setelah sang istri, HZ (33), gelap mata dan nekat memotong alat vital suaminya. Polisi baru-baru ini mengungkap motif mengerikan di balik aksi brutal ini.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Ganda Sibarani, motif utamanya adalah kecemburuan akut.
Semua bermula saat HZ memeriksa ponsel suaminya dan menemukan percakapan yang mengarah pada dugaan perselingkuhan dengan wanita lain. Emosi yang memuncak membuat HZ merencanakan tindakan ekstrem.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu, 20 Juli 2025. Dari adegan rekonstruksi, terungkap kronologi yang mengerikan:
- HZ menemukan chat
- Ia berusaha mengajak korban (H) berhubungan badan, namun ditolak.
- Dalam kondisi emosi, HZ menuju dapur, mengambil pisau cutter, dan kembali ke kamar.
- Saat korban sedang berbaring tanpa busana, HZ langsung mendekat dan memotong organ vital korban.
Korban sempat terbangun dan mempertanyakan perbuatan istrinya. Saat itulah HZ menuduh korban berselingkuh setelah melihat ponselnya.
Berakhir Tragis di Rumah Sakit
Setelah kejadian, HZ sempat panik dan berusaha menolong suaminya, bahkan membawa potongan organ itu ke dalam plastik. Pasangan suami istri ini kemudian pergi ke RS Anggrek Mas dengan sepeda motor.
Korban H sempat dirujuk ke RSCM untuk penanganan lebih lanjut. Namun, nahas, setelah berjuang melawan luka serius selama 23 hari, korban dinyatakan meninggal dunia pada 12 Agustus 2025.
Kasus ini menjadi pelajaran pahit tentang batas emosi dalam hubungan. Akibat perbuatannya, HZ dijerat dengan Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat, yang memiliki ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara.
Polisi telah menggelar rekonstruksi dengan total 18 adegan untuk mengungkap secara detail bagaimana kecemburuan bisa berujung pada tindakan kriminal yang tragis ini. Ingat Gen, masalah dalam hubungan harus diselesaikan dengan komunikasi, bukan kekerasan.