Polda Metro Jaya Bongkar Kasus Sadis! 8 Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank Ditangkap di Solo, PIK, dan NTT
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang (kacab) bank berinisial MIP (37) akhirnya mulai menemui titik terang.
Dilansir dari Antara, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap bahwa total delapan pelaku telah diamankan, termasuk empat aktor intelektual utama di balik kejahatan keji tersebut.
Kasus ini mencuat setelah jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Serang Baru, Bekasi, pada Kamis (21/8) sekitar pukul 05.30 WIB. Korban diketahui sebelumnya menghilang setelah diduga diculik dari sebuah pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur.
Menurut keterangan Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, empat pelaku utama di balik penculikan dan pembunuhan MIP telah diamankan.
-
DH, YJ, dan AA ditangkap pada Sabtu (23/8) pukul 20.15 WIB di daerah Solo, Jawa Tengah.
-
C, pelaku lainnya, diamankan pada Minggu (24/8) pukul 15.30 WIB di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
"Saat ini, para tersangka sedang dalam pemeriksaan intensif," ungkap Abdul Rahim dalam keterangannya, Minggu.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah lebih dulu menangkap empat pria yang diduga menjadi eksekutor dalam kasus ini:
-
AT, RS, dan RAH ditangkap di sebuah rumah di Jalan Johar Baru III No. 42, Jakarta Pusat.
-
Sementara RW diamankan saat berusaha melarikan diri melalui bandara di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini disampaikan oleh Kasubdit Resmob Ditreskrimum AKBP Resa Fiardi Marasabessy dalam keterangan terpisah pada Kamis (21/8).
Meski delapan pelaku telah diamankan, pihak kepolisian masih mendalami motif utama di balik penculikan dan pembunuhan sadis ini. Dugaan awal menyebutkan bahwa aksi ini telah direncanakan secara matang dan melibatkan berbagai pihak dari eksekutor hingga aktor intelektual.
Pihak kepolisian belum mengungkap secara detail keterlibatan masing-masing pelaku maupun kronologi lengkap kejadian, karena proses penyelidikan masih terus berlangsung.