Sindir Wartawan hingga LSM sebagai 'Londo Ireng', Prabowo: Yang Gaji dan Bayar Listrikmu Siapa?

Genvoice.id | 24 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik tajam terhadap kelompok-kelompok yang dinilainya masih memelihara mentalitas pengkhianat bangsa atau londo ireng. Menurutnya, sikap memihak kepentingan asing ketimbang bangsa sendiri masih marak terjadi di era modern melalui berbagai kedok dan profesi.

Publik diminta untuk lebih cerdas dalam menyaring narasi provokatif yang beredar, mengingat pernyataan Prabowo tentang londo ireng ini menyoroti pentingnya rasa nasionalisme serta kejujuran dalam menyampaikan data capaian pembangunan nasional.

Prabowo Sindir Oknum Wartawan hingga Pengamat Soal Jiwa Patriotisme

Dalam pidatonya di acara Harla ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa figur londo ireng, istilah era kolonial untuk pribumi yang mengabdi pada penjajah, masih nyata keberadaannya hingga saat ini.

Ia menilai sosok-sosok tersebut kini menyusup di pelbagai lini, mulai dari oknum wartawan, pengamat politik, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Secara terbuka, Prabowo mempertanyakan integritas dan sumber pendanaan dari pihak-pihak yang dinilainya kerap menyudutkan bangsa sendiri demi kepentingan donor asing. Menurutnya, sejak zaman kemerdekaan memang ada segelintir elemen masyarakat yang minim rasa patriotisme dan memilih memihak kepentingan luar.

Selain menyoroti independensi oknum pengamat dan LSM, Kepala Negara juga menyentil objektivitas media massa. Ia mencontohkan bagaimana pemberitaan media sering kali hanya menyoroti fasilitas pendidikan yang rusak demi memicu sentimen negatif, sementara keberhasilan pemerintah merenovasi lebih dari 67 ribu gedung sekolah justru dikesampingkan.

Meski tidak menunjuk merek media secara spesifik, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak anti-kritik namun tetap memahami motif di balik framing berita tersebut.

Tak hanya itu, Prabowo turut menepis berbagai narasi pesimis yang kerap memprediksi bahwa perekonomian atau pemerintahan Indonesia akan mengalami keruntuhan (kolaps). Ia menegaskan bahwa propaganda berulang yang memprediksi kejatuhan Indonesia dari bulan ke bulan tersebut sama sekali tidak terbukti di lapangan.

Isu mengenai kedaulatan informasi dan independensi lembaga di Indonesia memang selalu menjadi topik hangat. Kritik yang disampaikan Presiden hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh elemen publik, termasuk media dan organisasi masyarakat, untuk selalu mengedepankan objektivitas, integritas, serta kepentingan nasional di atas agenda kelompok atau asing.

Bagaimana menurut Gen mengenai kritik Prabowo Subianto terhadap wartawan mengenai londo irengini? Tulis komentarmu di bawah ini ya!