Bukan Cuma Faktor Kesehatan, Pengamat Menduga Nanik S Deyang Diminta Prabowo Mundur dari Kepala BGN!
JAKARTA, GENVOICE.ID -Pengunduran diri Nanik S Deyang dari posisinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak menjadi sorotan publik dan memicu spekulasi di kalangan pengamat politik.
Lembaga yang mengawal program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), ini bergejolak di tengah bergulirnya pengusutan kasus dugaan korupsi dalam tata kelola program tersebut.
Meski Nanik mengemukakan alasan pengobatan kesehatan ke luar negeri sebagai penyebab utama, sejumlah pihak menilai ada faktor dinamika hukum dan politik yang turut melatarbelakangi keputusan tersebut.
Pengamat Politik: Pengunduran Diri Diduga Bukan Murni Keinginan Pribadi
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai bahwa alasan kesehatan yang disampaikan Nanik belum sepenuhnya menjawab latar belakang keputusannya melepas jabatan strategis tersebut. Fernando menduga, pengunduran diri ini bisa saja merupakan arahan atau permintaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Dugaan tersebut diperkuat oleh beberapa faktor kunci:
-
Perkembangan Penyelidikan Kasus Korupsi: Presiden Prabowo disinyalir telah mengantongi berbagai informasi serta perkembangan terbaru terkait pengusutan kasus korupsi tata kelola MBG di BGN.
-
Nama Nanik Diseret Tersangka: Nama Nanik S Deyang sempat disebut oleh salah satu tersangka, Sony Sonjaya, sebagai bagian dari 26 orang yang diduga mengetahui atau terlibat dalam kasus tersebut.
Kontradiksi Alasan Kesehatan dan Keinginan Jadi Pengawas
Fernando juga menyoroti klaim Nanik yang menyebut dirinya masih diminta Presiden Prabowo untuk memimpin dewan pengawas BGN di masa mendatang. Menurutnya, hal ini memunculkan keraguan terkait fokus utama penanganan kesehatan yang menjadi alasan pengunduran diri.
"Kalau alasan kesehatan, kenapa Bu Nanik masih mencoba menghembuskan informasi terkait dengan beliau akan ikut menjadi bagian dari BGN sebagai Ketua Dewan Pengawas? Beban tugasnya saya kira tetap sama repotnya. Kalau murni ingin fokus berobat, tidak perlu lagi cawe-cawe di BGN," ungkap Fernando.
Pengakuan Nanik: Berobat Jantung ke Luar Negeri dan 'Trauma Pegang Uang'
Di sisi lain, lewat unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026), Nanik mengonfirmasi bahwa keputusannya berpamitan kepada Presiden Prabowo didasari oleh kondisi kesehatan jantungnya yang membutuhkan penanganan medis (second opinion) di luar negeri.
Dalam pengakuannya, Nanik menyebutkan beberapa poin utama:
-
Izin Presiden: Presiden Prabowo telah memaklumi kondisi kesehatannya dan menyetujui pengunduran diri tersebut.
-
Rencana Posisi Baru: Prabowo disebut berencana membentuk dewan pengawas BGN dan memintanya untuk menjadi ketua.
-
Ungkapan 'Trauma': Nanik berseloroh siap menjalankan fungsi pengawasan selama tidak lagi bersentuhan dengan urusan pengelolaan anggaran (pegang uang).
Sertijab Kilat dan Pembayangan Kasus Korupsi BGN
Tak butuh waktu lama setelah Nanik mengumumkan pengunduran dirinya, Presiden Prabowo melantik Sudaryono (sebelumnya Wakil Menteri Pertanian) sebagai Kepala BGN yang baru di Istana Negara pada Rabu sore.
Pergantian kepemimpinan ini berlangsung di tengah penyelidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) terhadap kasus dugaan korupsi MBG. Kejagung telah menetapkan tujuh orang tersangka, termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta mantan wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, atas berbagai modus penyimpangan, mulai dari:
-
Jual-beli titik lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
-
Pengadaan puluhan ribu unit motor listrik, tablet, TV, hingga tempat makan (food tray/ompreng) dengan dugaan mark-up anggaran.
Dynamic pergantian kepemimpinan di tubuh BGN menandai fase krusial dalam pembenahan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di balik alasan kesehatan yang disampaikan Nanik S Deyang, publik dan pengamat terus mencermati langkah tegas pemerintah serta penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran demi menjaga integritas program strategis nasional ini.