Trump Tuding Obama 'Berkhianat' di Tengah Sorotan Kasus Epstein, Gedung Putih Dituding Alihkan Isu

Genvoice.id | 24 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan tuduhan kontroversial dengan menyebut Barack Obama sebagai pelaku "pengkhianatan" terkait dugaan manipulasi pemilu 2016. Pernyataan itu muncul saat Trump ditanya soal perkembangan kasus Jeffrey Epstein, tokoh pengusaha yang meninggal di penjara pada 2019 dalam kasus kejahatan seksual.

Alih-alih menjawab pertanyaan soal Epstein, Trump justru mengarahkan serangan politik kepada pendahulunya. Ia menuduh Obama sebagai dalang upaya sabotase pemilu AS, menyebutnya sebagai "pimpinan geng," dan menuding keterlibatan tokoh Partai Demokrat seperti Hillary Clinton dan Joe Biden dalam skenario kecurangan pemilu.

"Mereka berusaha mencuri pemilu dan mereka ketahuan. Harus ada konsekuensi serius atas ini," ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, dilansir dariANTARA News, Kamis (24/7).

Tudingan ini langsung memicu reaksi keras dari kubu Obama. Patrick Rodenbush, juru bicara mantan presiden AS tersebut, mengecam klaim Trump sebagai "tidak masuk akal" dan menyebutnya sebagai upaya mengalihkan perhatian publik.

"Biasanya, kami memilih diam terhadap kebohongan yang terus diproduksi Gedung Putih. Tapi kali ini, tuduhan tersebut terlalu absurd. Ini adalah bentuk pengalihan yang lemah dan memalukan," tegas Rodenbush dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, sorotan publik terhadap kasus Jeffrey Epstein kembali mencuat menjelang Pemilu 2024. Trump sempat menjanjikan bahwa jika terpilih kembali, ia akan membuka dokumen rahasia terkait jaringan Epstein.

Namun belakangan, Departemen Kehakiman AS bersama FBI merilis pernyataan yang menyebut tidak ditemukan daftar klien mencurigakan dalam penyelidikan Epstein, dan bahwa pengungkapan lebih lanjut dianggap tidak relevan maupun dibenarkan secara hukum.

Sikap ini justru memancing amarah sebagian pendukung Trump yang merasa janji transparansi tak ditepati. Gelombang kritik pun menyeruak di media sosial, bahkan beberapa tokoh konservatif menuntut pengunduran diri Jaksa Agung Pam Bondi yang dinilai tak serius menuntaskan kasus Epstein.

Kasus ini menjadi salah satu titik panas dalam kampanye Trump menuju Pemilu 2024, dengan mantan presiden itu terus memanfaatkan isu Epstein untuk membakar semangat pendukungnya, sembari melancarkan serangan ke rival politiknya-baik yang masih aktif maupun yang sudah lengser dari kekuasaan.