Rusia Semakin Gencar Rekrut Tentara Asing, Gaji Puluhan Juta Jadi Daya Tarik!

Genvoice.id | 24 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Rusia gencar merekrut tentara asing dengan tawaran gaji puluhan juta rupiah per bulan untuk ikut berperang di perang Rusia-Ukraina.

Perang Rusia-Ukraina yang meletus sejak Februari 2022 masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Menariknya, bukan cuma warga negaranya sendiri, Rusia juga merekrut warga negara asing buat gabung ke medan tempur.

Ada yang masuk jalur tentara reguler, tapi banyak juga yang tergabung sebagai tentara bayaran. Nama paling terkenal tentu saja Wagner Group, kelompok tentara bayaran yang sempat bikin heboh setelah pendirinya, Yevgeny Prigozhin, memimpin pemberontakan singkat pada 2023 sebelum akhirnya tewas dalam kecelakaan pesawat misterius.

Menurut laporan Ian Storey dari ISEAS di Fulcrum, Rusia bahkan merekrut langsung tentara asing. Kabarnya, ratusan warga India dan hingga 2.000 warga Nepal terjebak ikut berperang di Donbas.

Sayangnya, beberapa dari mereka tewas di medan perang. Tapi nggak cuma Rusia, Ukraina juga punya legiun pasukan asing yang dibentuk beberapa hari setelah invasi. Legiun ini berada di bawah Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina dan menerima relawan pria dari usia 18-60 tahun, selama sehat dan tanpa catatan kriminal.

Gaji Tentara Asing: Siapa Bayar Lebih Mahal?

Uang jelas jadi salah satu alasan utama kenapa warga asing mau gabung perang. Ukraina menawarkan gaji sekitar 600 hingga 3.300 dolar AS per bulan (Rp 9,7 juta - Rp 48 juta), tergantung peran tempur.

Sementara itu, Rusia memberikan bayaran minimal 1.200 dolar AS (Rp 19 juta) untuk tentara reguler. Kalau ikut Wagner Group, bayaran bisa jauh lebih tinggi.

Salah satu cerita yang bikin geger datang dari Satria Arta Kumbara, eks Marinir TNI AL yang memilih gabung pasukan Rusia dengan alasan ekonomi. Dia bahkan sempat blak-blakan di media sosial tentang keputusannya.

Putin Permudah Warga Asing Jadi Tentara Rusia

Sejak Juli 2025, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit baru yang memudahkan warga asing masuk ke militer Rusia.

Kini, nggak perlu menunggu kondisi darurat militer, siapa pun dengan kualifikasi khusus bisa langsung tanda tangan kontrak dengan militer Rusia atau badan keamanan seperti SVR dan FSB.

Langkah ini jadi strategi Rusia untuk menambah kekuatan, apalagi sejak mobilisasi parsial 2022 membuat ratusan ribu warga Rusia kabur ke luar negeri.

Dengan gaji besar, fasilitas, dan kontrak yang lebih longgar, wajar kalau makin banyak warga asing yang tergiur. Tapi, siapa sangka di balik bayaran tinggi, risiko nyawa yang dipertaruhkan justru jauh lebih besar?