Profil Mufti Anam, Anggota DPR yang Bongkar Isu Pajak Amplop Nikahan dan Suarakan Keresahan Rakyat
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kenal nggak sih siapa sosok di balik viralnya isu pajak amplop kondangan? Namanya Mufti Anam. Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini belakangan jadi sorotan karena vokal menyuarakan keresahan rakyat di tengah kebijakan pajak yang makin bikin pusing.
Dalam sebuah rapat kerja bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan jajaran Danantara di DPR, Mufti Anam menyampaikan kritik keras soal arah kebijakan fiskal negara. Ia menyoroti pengalihan dividen BUMN ke Danantara, yang menurutnya membuat negara kehilangan pemasukan besar. Imbasnya, Kementerian Keuangan disebut-sebut harus "putar otak" cari celah lain untuk menambal defisit. Salah satu yang bikin geger: pajak dari amplop kondangan.
"Bahkan kami dengar dalam waktu dekat orang yang mendapat amplop di kondangan dan di hajatan akan dimintai pajak oleh pemerintah. Nah ini kan tragis, sehingga ini membuat rakyat kami hari ini cukup menjerit," ujar Mufti.
Mufti juga menyentil betapa banyak rakyat kecil dan pelaku UMKM yang makin tertekan karena berbagai pungutan pajak. Menurutnya, anak muda yang jualan di Shopee, TikTok, hingga para influencer pun gak luput dari radar pajak pemerintah.
Lalu siapa sebenarnya Mufti Anam?
Pria kelahiran 24 Desember 1987 ini punya latar belakang unik. Ia menempuh pendidikan formal sambil nyantri sejak kecil. Setelah lulus dari SDN Karangdoro, ia merantau ke Jember dan nyantri di Pesantren Darus Sholah. SMA ia tempuh di SMAN 1 Genteng, Banyuwangi, lalu lanjut kuliah kedokteran di Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, hingga meraih gelar dokter pada 2012. Di sela itu, ia juga nyantri di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo.
Gak berhenti sampai di situ, Mufti juga pernah menjabat sebagai Ketua HIPMI Jawa Timur (2018-2021), menunjukkan kiprahnya di dunia usaha muda. Ia kemudian aktif di Komisi VI DPR RI, yang membidangi Perdagangan, UMKM, Koperasi, hingga BUMN.
Pendidikan terakhirnya pun gak main-main. Ia sempat menempuh studi di American Academy of Aesthetic Medicine dan melanjutkan ilmu komunikasi di Universitas Padjadjaran.
Gen, di tengah riuhnya politik dan isu pajak yang membingungkan, sosok seperti Mufti Anam muncul sebagai representasi suara rakyat yang mulai muak dengan kebijakan yang dianggap tidak berpihak. Dengan latar belakang pendidikan pesantren dan dunia medis, serta pengalaman sebagai pengusaha muda, Mufti tampaknya paham betul denyut keresahan masyarakat bawah. Dan mungkin, inilah yang membuat pernyataannya soal pajak amplop nikahan jadi sangat relate dan menggelitik banyak orang.
Kita tunggu saja, apakah suara Mufti ini akan jadi pemicu evaluasi besar atau hanya jadi angin lalu di tengah gaduhnya kebijakan pajak.