Presiden Prabowo Ingin 20 Juta Anak Terima Makan Gratis Sebelum 17 Agustus: "Kita Harus Buktikan Indonesia Bisa"

Genvoice.id | 24 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Prabowo Subianto menargetkan percepatan penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) agar dapat menjangkau 20 juta penerima sebelum 17 Agustus 2025, bertepatan dengan perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Dalam acara peringatan ulang tahun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Jakarta, Rabu (23/7) malam, Prabowo mengungkapkan bahwa angka penerima manfaat saat ini sudah mencapai 6,7 juta jiwa. Ia pun meminta kepada jajarannya untuk mencari cara agar proses distribusi dapat dipercepat.

"Saya awalnya diberi laporan bahwa 20 juta penerima akan tercapai di akhir Agustus. Tapi saya minta percepat. Ternyata tim saya bilang, insyaallah bisa sebelum 17 Agustus," kata Prabowo dengan nada optimis, dikutip dari ANTARA News, Kamis (24/7).

Namun, di tengah dorongan untuk mempercepat realisasi program, Presiden juga mengingatkan agar kualitas tidak dikorbankan. Ia menegaskan pentingnya pelatihan bagi para pengelola dapur serta staf administrasi agar program ini dapat berjalan dengan akuntabilitas tinggi dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut bahwa program MBG mendapat perhatian dari berbagai negara. Menurutnya, beberapa pemimpin dunia bahkan menyatakan ketertarikan untuk mempelajari bagaimana Indonesia dapat menjalankan program ini dalam waktu singkat.

"Saya sempat diberitahu oleh mantan Presiden Brazil. Mereka butuh 11 tahun untuk menjangkau 40 juta anak. Kita di Indonesia ingin capai 82,9 juta dalam setahun. Banyak yang anggap kita nekat. Tapi kita harus buktikan bisa," tegas Prabowo, disambut tepuk tangan para hadirin.

Sosok yang dimaksud adalah Dilma Rousseff, Presiden Brazil periode 2011-2016. Negara tersebut menjalankan program makan siang gratis melalui Programa Nacional de Alimentação Escolar (PNAE), yang telah berlangsung sejak 1955 dan kini menjangkau 40 juta siswa di seluruh penjuru Brazil, dengan pendanaan dari lembaga FNDE di bawah Kementerian Pendidikan mereka.

Indonesia sendiri menargetkan jumlah penerima manfaat MBG bisa terus meningkat hingga mencapai hampir 83 juta orang pada akhir tahun ini. Meski ambisius, Prabowo meyakini bahwa dengan kerja sama lintas sektor dan semangat gotong royong, tujuan besar ini bukan hal yang mustahil.