FIFA Umumkan Piala Dunia Esports hingga 2026! Rocket League dan eFootball Jadi Andalan, Indonesia Siap Pertahankan Gelar
JAKARTA, GENVOICE.ID - Komitmen FIFA terhadap dunia esports kian nyata. Federasi Sepak Bola Internasional tersebut baru saja mengonfirmasi bahwa Piala Dunia FIFAe akan terus digelar hingga tahun 2026, dengan menampilkan dua judul populer: Rocket League dan eFootball, baik di versi mobile maupun konsol. Turnamen ini akan diselenggarakan bekerja sama dengan Federasi Esports Saudi (SEF) sebagai mitra strategis.
Final FIFAe 2025 dijadwalkan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, pada 10-19 Desember 2025. Ajang bergengsi ini akan memperebutkan tiga gelar juara dunia dari masing-masing nomor kompetisi, yang akan mempertemukan talenta-talenta terbaik dari seluruh dunia dalam panggung global esports sepak bola.
"Respons dari para penggemar setelah acara tahun lalu sungguh luar biasa dan menegaskan visi kami untuk menyediakan wadah bagi esports sepak bola bagi berbagai komunitas," ujar Direktur eFootball & Gaming FIFA, Christian Volk, seperti dikutip dari situs resmi FIFA pada Senin.
Volk juga menekankan bahwa kehadiran game-game gratis seperti eFootball dan Rocket League dalam turnamen ini adalah langkah strategis untuk memperluas akses dan partisipasi. "Mengkonfirmasi acara ini untuk dua musim ke depan adalah langkah penting dalam perjalanan kami menuju ekosistem yang lebih inklusif dan global," tambahnya.
Tahun lalu menjadi tonggak penting dalam sejarah FIFAe. Untuk pertama kalinya, berbagai judul game ditampilkan sebagai bagian dari pendekatan baru FIFA dalam mengembangkan ekosistem esports sepak bola. Arab Saudi berhasil keluar sebagai juara dunia untuk Rocket League, sementara Indonesia sukses menjuarai nomor eFootball konsol, dan Malaysia mengamankan gelar juara untuk eFootball mobile.
Dengan kesuksesan tersebut, FIFA dan SEF sepakat memperpanjang kemitraan hingga 2026. SEF akan terus menyediakan platform dan forum rutin bagi pemain, penggemar, dan pemangku kepentingan global untuk memperluas ekosistem FIFAe.
"Perpanjangan kemitraan ini menunjukkan ambisi bersama kami untuk terus mengembangkan struktur kompetisi secara berkelanjutan," jelas Volk.
Direktur Eksekutif Produk SEF, Meshal Alqabbani, menambahkan bahwa keputusan ini merupakan bukti komitmen Arab Saudi dalam mendukung industri esports kelas dunia. "Kami ingin menciptakan pengalaman luar biasa bagi pemain dan penggemar. Ini adalah momentum besar yang menegaskan posisi kami sebagai pemimpin global dalam dunia game dan esports," ujarnya.
FIFA juga mengumumkan bahwa proses kualifikasi untuk FIFAe 2025 akan berlangsung selama beberapa bulan, dengan format terbuka dan inklusif yang mencakup aktivasi lokal dan regional. Langkah ini ditujukan agar lebih banyak negara anggota FIFA dapat bersaing dan mendapatkan kesempatan berlaga di panggung dunia.
Final FIFAe 2025 akan menampilkan:
-
16 tim nasional untuk Rocket League
-
12 tim nasional untuk eFootball konsol
-
12 tim nasional untuk eFootball mobile
Dengan struktur baru dan cakupan yang lebih luas, FIFAe 2025 diproyeksikan menjadi salah satu turnamen esports sepak bola paling kompetitif dan inklusif yang pernah ada. Bagi Indonesia, ini adalah momentum untuk kembali mengukir sejarah dan mempertahankan gelar juara dunia di nomor eFootball.