Link Nonton Film Dokumenter 'Pesta Babi' Resmi di YouTube, Legal dan Gratis!

Genvoice.id | 24 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Link menonton film dokumenter Pesta Babi di YouTube kini tengah diburu netizen yang penasaran dengan isu konflik agraria di Papua Selatan. Setelah sukses menggelar ribuan pemutaran independen, film investigasi bertajuk Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita akhirnya resmi dirilis secara gratis mengudara di platform YouTube sejak Jumat (22/5/2026).

Langkah perilisan digital ini diambil oleh pihak kreator guna membuka ruang edukasi yang lebih luas sekaligus menekan peredaran video bajakan di internet.

Melalui rilis pers di akun X resmi @idbaruid, kolektif Ekspedisi Indonesia Baru mengajak masyarakat untuk aktif mengawal integritas karya ini dengan hanya menyaksikan tayangannya di kanal-kanal resmi serta menjauhi segala bentuk pembajakan digital yang sempat beredar di platform anonim.

Sinema dokumenter berdurasi 95 menit garapan sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale ini menyoroti potret buram dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) terhadap masyarakat adat.

Fokus utamanya mengupas tuntas realitas pelik pertahanan tanah leluhur di wilayah Merauke, Boven Digoel, hingga Mappi, yang dikemas secara tajam lewat kolaborasi apik Watchdoc, Greenpeace Indonesia, Jubi TV, dan Bentala Rakyat.

Sinergi Multipihak dalam Menyuarakan Papua Selatan

Dokumenter berdurasi 95 menit ini lahir dari kolaborasi erat antara jurnalisme investigasi dan gerakan lingkungan, yang digawangi oleh Watchdoc Documentary, Greenpeace Indonesia, Jubi TV, dan Bentala Rakyat.

Demi meluaskan gaung edukasi, film ini dilepas secara serentak di kanal YouTube masing-masing lembaga terkait.

Sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale secara spesifik membingkai realitas sengketa lahan akibat Proyek Strategis Nasional (PSN) yang membayangi kehidupan komunitas adat di tiga wilayah krusial:

  • Kabupaten Merauke

  • Kabupaten Boven Digoel

  • Kabupaten Mappi

Melalui visualisasi yang tajam, penonton diajak menyelami peliknya tantangan ekologis dan upaya masyarakat lokal dalam mempertahankan kedaulatan tanah leluhur mereka dari arus pembangunan makro.

Gelombang Nobar Komunitas dan Kejelasan Sikap Pemerintah

Sebelum meluncur ke jagat maya, Pesta Babi telah memicu gelombang diskusi yang masif di tingkat akar rumput. Selama musim Nonton Bareng (Nobar) yang berlangsung 40 hari, Watchdoc mencatat ada lebih dari 11 ribu permohonan pemutaran, dengan hampir 1.700 titik nobar berhasil digelar di berbagai daerah.

Meski gerakan nobar sempat diwarnai dinamika berupa aksi pembubaran oleh oknum tertentu di beberapa lokasi, tensi tersebut justru melipatgandakan atensi publik.

Menyikapi polemik ini, pemerintah mengambil posisi netral. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, memastikan bahwa tidak ada intervensi ataupun larangan hukum dari negara terhadap peredaran dokumenter ini.

Tonton Resmi Melalui Tautan Berikut

Bagi Gen yang ingin menyimak langsung jurnalisme investigasi mendalam mengenai potret agraria di ujung timur Indonesia ini, tayangan resminya dapat diakses langsung melalui tautan berikut:

https://youtu.be/MpdrWgDRVf8?si=QG-UTXHwfpJWSbQF

Kehadiran dokumenter Pesta Babi yang bisa diakses secara legal di YouTube ini seolah mendobrak sekat informasi mengenai realitas pembangunan di ujung timur Indonesia.

Ruang digital kini menjadi saksi sekaligus wadah terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengkritisi arah kebijakan agraria dan perlindungan hak ulayat di tanah Papua.

Nah, setelah menyimak langsung pemaparan fakta di dalam film ini, bagaimana penilaian kalian mengenai dilema antara ambisi pembangunan nasional dan nasib masyarakat adat setempat?

Apakah menurutmu pembangunan saat ini sudah berkeadilan? Yuk, suarakan opini kritis dan pendapat kalian di kolom komentar bawah ini!