Streaming Indonesia Makin Gacor, Konten Lokal Berhasil Saingi Drama Korea Dan Cetak Rekor Baru Di Pasar Asia Tenggara

Genvoice.id | 24 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Industri hiburan digital benar-benar lagi berada di masa kejayaannya pada tahun 2025 ini. Fenomena orang-orang yang lebih milih rebahan sambil nonton film lewat smartphone atau smart TV ternyata bukan cuma tren sesaat, tapi sudah jadi gaya hidup baru yang masif banget. Berdasarkan data terbaru, pasar streaming premium di kawasan Asia Tenggara lagi mengalami lonjakan yang nggak main-main. Bayangkan saja, hampir di setiap sudut tongkrongan, topik pembicaraannya nggak jauh-jauh dari serial orisinal terbaru yang lagi trending.

Yang bikin makin bangga, kita nggak cuma jadi penonton setia konten luar negeri saja, lho. Indonesia sekarang sudah resmi jadi "leader" alias penggerak utama dalam urusan pertumbuhan jumlah penonton di kawasan ini. Kenaikan angka pelanggan berbayar yang sangat signifikan membuktikan kalau masyarakat sudah makin sadar buat mengapresiasi karya lewat jalur resmi.

Nggak cuma itu, dukungan teknologi seperti connected TV juga makin memudahkan akses buat dapet kualitas tontonan yang sinematik langsung dari rumah. Tahun 2025 ini benar-benar jadi saksi sejarah di mana peta persaingan konten digital berubah total, memposisikan tayangan buatan anak bangsa di kasta yang sama dengan konten-konten impor yang dulunya selalu mendominasi layar gadget kita setiap hari, nih Gen.

Data dari Media Partners Asia (MPA) dan platform AMPD memperlihatkan angka yang cukup bikin melongo. Jumlah akun streaming berbayar naik drastis sebesar 19 persen secara tahunan, dengan total mencapai 61 juta akun yang tersebar di negara-negara tetangga seperti Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura, dan tentu saja Indonesia sebagai kontributor terbesarnya.

Platform Merajai Pasar Dan Konten Lokal Yang Makin Powerfull

Kalau kita bicara soal siapa yang paling banyak dipakai, Netflix masih memegang tahta sebagai platform dengan jumlah pelanggan dan waktu tonton paling tinggi. Namun, yang menarik perhatian adalah performa platform lain yang nggak kalah ngeri pertumbuhannya. Vidio misalnya, berhasil mencatat kenaikan waktu tonton paling gila mencapai 24 persen. Sementara itu, Viu tetap kokoh di posisi kedua berkat kecintaan warga terhadap drakor dan drama China, disusul iQIYI yang juga menguat lagi di pasar Indonesia dan Thailand.

Fenomena paling heboh di tahun 2025 ini adalah fakta bahwa konten lokal Indonesia sudah naik kelas. Kalau dulu kita selalu merasa Drama Korea adalah raja yang nggak tersentuh, sekarang situasinya sudah beda. Di kuartal IV tahun 2025, tayangan produksi dalam negeri kita sukses menyamai pangsa penonton konten Korea. Keduanya sama-sama memegang angka 30 persen dalam hal minat penonton. Artinya, kualitas serial orisinal buatan sutradara dan aktor kita sudah punya daya tarik yang setara dengan bintang-bintang dari Negeri Ginseng. Konten lokal sekarang bukan lagi cuma sekadar pelengkap, tapi sudah jadi alasan utama kenapa orang mau bayar langganan setiap bulannya.

Industri ini juga makin mengerucut, di mana cuma ada tiga sampai empat platform besar saja yang sekarang menguasai sekitar 70 persen pasar di tiap negara. Dengan persaingan yang makin ketat ini, pemenang aslinya adalah kita sebagai penonton yang terus disuguhi tontonan berkualitas tinggi setiap harinya.