Ryan Coogler Cetak Sejarah BAFTA 2026, Film Sinners Borong Banyak Piala Dan Siap Guncang Rekor Oscar Mendatang

Genvoice.id | 24 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar luar biasa baru saja datang dari panggung megah BAFTA Film Awards 2026 yang bikin industri perfilman dunia geger. Nama Ryan Coogler mendadak jadi buah bibir di mana-mana setelah dirinya sukses mengukir sejarah baru yang sangat prestisius. Lewat karya terbarunya yang bertema thriller vampir berjudul Sinners, Coogler membuktikan bahwa kualitas film yang digarap dengan hati dan visi yang kuat bisa menghancurkan segala batasan rekor yang ada selama ini.

Pencapaian ini bukan cuma soal kemenangan biasa, tapi sebuah pernyataan besar bahwa sineas kulit hitam kini punya pengaruh yang sangat masif dan diakui secara global di kasta tertinggi perfilman. Banyak pengamat yang awalnya meragukan apakah genre thriller vampir bisa bicara banyak di ajang penghargaan sekelas BAFTA, namun Sinners menjawab keraguan itu dengan membawa pulang sederet trofi bergengsi. Atmosfer kemenangan ini terasa sangat emosional, apalagi mengingat perjalanan karir Coogler yang selalu konsisten menghadirkan cerita yang punya makna mendalam bagi komunitasnya.

Kehebohan ini nggak cuma berhenti di Inggris saja, tapi sudah mulai merembet ke prediksi ajang Academy Awards alias Oscar, di mana film ini digadang-gadang bakal menjadi pesaing yang sangat mengerikan bagi film-film lainnya. Kesuksesan Sinners di box office global juga membuktikan bahwa penonton zaman sekarang memang sangat haus akan cerita yang segar dan berbeda dari biasanya. Buat kalian yang mengikuti perkembangan dunia sinema, momen ini adalah titik balik penting yang menunjukkan betapa kuatnya dominasi Ryan Coogler sebagai salah satu sutradara paling jenius di abad ini, nih Gen.

Kemenangan besar Sinners di ajang BAFTA 2026 ini benar-benar tidak terduga karena berhasil memborong tiga piala sekaligus dalam satu malam. Catatan spektakuler ini resmi melampaui rekor sebelumnya yang pernah dipegang oleh film legendaris 12 Years a Slave karya Steve McQueen yang mendapatkan dua piala pada tahun 2014 silam. Ryan Coogler kini resmi menyandang gelar sebagai sutradara kulit hitam dengan koleksi penghargaan terbanyak dalam sejarah BAFTA lewat satu film saja.

Dominasi Sinners Di Panggung Penghargaan

Tiga piala yang berhasil diamankan oleh tim Sinners masing-masing berasal dari kategori Aktris Pendukung Terbaik yang diraih dengan sangat apik oleh Wunmi Mosaku. Kemudian, Musik Orisinal Terbaik yang digarap oleh komposer langganan juara, Ludwig Göransson, serta kategori yang paling membanggakan yakni Skenario Orisinal Terbaik yang dimenangkan langsung oleh Ryan Coogler. Kemenangan dalam kategori skenario ini terasa sangat spesial karena Coogler menjadi orang kulit hitam pertama yang pernah meraih piala tersebut di sepanjang sejarah BAFTA.

Saat berdiri di atas panggung untuk menerima penghargaan tersebut, Ryan Coogler tampak sangat terharu dan mengaku sempat merasa tegang. Ia memberikan kredit besar kepada orang-orang di sekitarnya yang selalu memberikan dukungan tanpa henti. Coogler menyampaikan:

"Saya tidak menyangka, ini sangat menegangkan. Saya berasal dari komunitas yang mencintai saya, mereka membuat saya percaya bahwa saya bisa melakukan ini," ujarnya.

Menuju Rekor Baru Di Academy Awards

Sinners sendiri sudah menunjukkan taringnya sejak awal dengan mendapatkan 13 nominasi di BAFTA, jumlah terbanyak yang pernah diraih oleh sutradara kulit hitam. Kehebatan naskah yang ditulis Coogler bahkan sanggup mengalahkan pesaing-pesaing berat seperti film I Swear, Marty Supreme, Sentimental Value, hingga The Secret Agent. Film yang dibintangi oleh Michael B. Jordan ini juga sangat sukses secara komersial dengan pendapatan mencapai 368 juta dolar AS sejak dirilis pada April 2025.

Namun, kejutan paling heboh sebenarnya datang dari ajang Academy Awards. Sinners secara mengejutkan berhasil mengumpulkan 16 nominasi Oscar, sebuah angka yang melampaui rekor yang selama ini dipegang oleh film-film legendaris sekelas Titanic, La La Land, dan All About Eve. Hal ini semakin memperkuat posisi Sinners sebagai mahakarya yang tidak hanya disukai oleh kritikus, tapi juga dicintai oleh masyarakat luas. Prestasi ini tentu saja menjadi kado manis bagi karir Coogler dan seluruh tim yang terlibat di belakang layar.