Ini Panduan untuk Kamu Jika Ingin Tarawih di Rumah

Genvoice.id | 24 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Memasuki Ramadan, satu pertanyaan yang hampir selalu muncul adalah: lebih utama salat tarawih di rumah atau di masjid bagi perempuan?

Pertanyaan ini wajar. Di satu sisi, ada dalil yang menegaskan keutamaan salat perempuan di rumah. Di sisi lain, terdapat hadis yang tidak melarang perempuan ke masjid. Para ulama pun menjelaskan bahwa jawabannya tidak hitam-putih, melainkan melihat kondisi dan maslahat.

Tarawih, ibadah sunnah dengan pahala besar

Salat tarawih termasuk sunnah muakkad, ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang menegakkan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa orang yang salat bersama imam hingga selesai akan dicatat mendapatkan pahala salat semalam suntuk. Ini menjadi dasar kuat anjuran tarawih berjamaah.

Perempuan dan keutamaan salat di rumah

Secara umum, perempuan lebih utama salat di rumah. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa salat perempuan di kamarnya lebih utama daripada di ruang tengah rumahnya. Hadis ini diriwayatkan dalam Sunan Abu Daud.

Kisah Ummu Humaid radhiallahu'anha juga sering dikutip. Meski beliau ingin salat di masjid Nabi, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa salatnya di bagian paling dalam rumah lebih baik baginya. Ulama memahami ini sebagai bentuk penjagaan dari fitnah dan menjaga kehormatan.

Namun, masjid tetap terbuka bagi perempuan

Islam tidak menutup pintu masjid bagi perempuan. Rasulullah SAW secara tegas bersabda agar para suami tidak melarang istri mereka pergi ke masjid.

Artinya, perempuan boleh salat di masjid dengan beberapa adab penting:

Menutup aurat dengan hijab syar'i
Mendapat izin suami atau wali
Tidak memakai wewangian
Menjaga diri dari ikhtilat dan hal-hal yang dilarang

Kapan masjid bisa lebih utama?

Para ulama menjelaskan bahwa meski rumah adalah pilihan utama, ada kondisi di mana salat di masjid justru lebih baik. Misalnya:

Tarawih di masjid membuat lebih semangat
Bacaan imam lebih panjang dan menambah kekhusyukan
Ada kajian atau nasihat yang bermanfaat
Suasana rumah kurang kondusif untuk khusyuk

Pendapat ini dijelaskan oleh ulama seperti Abdul Aziz bin Baz dan Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. Intinya, jika masjid membawa maslahat yang lebih besar tanpa melanggar adab syariat, maka itu baik.

Jika di rumah, tetap bisa maksimal

Salat tarawih di rumah tetap bernilai besar. Bisa dilakukan sendiri atau berjamaah bersama sesama perempuan. Bahkan, jika hafalan terbatas, dibolehkan membaca dari mushaf.

Salat tarawih bisa dikerjakan 8 rakaat atau 20 rakaat, lalu ditutup witir. Tata caranya sama seperti salat sunnah pada umumnya.