Ini Panduan Lengkap Tarawih 8 Rakaat yang Sering Dicari Saat Ramadhan

Genvoice.id | 24 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sholat Tarawih menjadi ibadah sunnah yang paling identik dengan bulan Ramadhan.

Amalan ini hanya dikerjakan pada malam-malam Ramadhan, sehingga kehadirannya selalu dinantikan. Di tengah praktik yang beragam, sebagian kaum muslim memilih menunaikan Tarawih delapan rakaat karena merujuk pada riwayat hadits yang menyebut kebiasaan Rasulullah ﷺ dalam sholat malam.

Dalam riwayat sahih, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang menegakkan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Hadits ini menjadi dasar kuat keutamaan Tarawih sebagai bagian dari qiyamul lail yang penuh nilai spiritual.

Tarawih sendiri dapat dikerjakan secara berjamaah di masjid maupun sendirian di rumah. Jumlah rakaatnya dikenal luas dalam dua praktik utama, yakni delapan rakaat dan dua puluh rakaat. Pilihan delapan rakaat biasanya dikaitkan dengan riwayat dari 'Aisyah رضي الله عنها yang menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah menambah sholat malam lebih dari sebelas rakaat, termasuk witir.

Pelaksanaan Tarawih delapan rakaat memiliki beberapa pola. Ada yang mengerjakannya dengan dua rakaat satu salam hingga empat kali salam, lalu ditutup witir. Ada pula yang memilih empat rakaat satu salam sebanyak dua kali salam. Kedua cara ini sama-sama dikenal dalam praktik ibadah dan tidak bertentangan selama tata cara sholat tetap terpenuhi.

Secara teknis, gerakan dan bacaan Tarawih tidak berbeda dari sholat sunnah pada umumnya. Sholat dimulai dengan niat, dilanjutkan takbiratul ihram, membaca doa iftitah, Al-Fatihah, surat pendek, ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga tasyahud akhir dan salam. Perbedaannya terletak pada niat yang secara khusus diniatkan sebagai sholat sunnah Tarawih.

Niat Tarawih dibaca dalam hati saat takbiratul ihram. Lafalnya dapat disesuaikan dengan posisi sebagai imam, makmum, atau munfarid, serta mengikuti jumlah rakaat yang dikerjakan, baik dua rakaat maupun empat rakaat per salam.

Setelah Tarawih dan witir selesai, banyak kaum muslim membaca doa penutup. Salah satu yang populer adalah doa kamilin, yang berisi permohonan agar diberi kesempurnaan iman, kekuatan menjaga sholat, kesabaran, serta keselamatan dunia dan akhirat.

Pada akhirnya, baik delapan rakaat maupun dua puluh rakaat, Tarawih tetap merupakan ibadah sunnah yang sarat keutamaan. Yang paling utama adalah menjaga kekhusyukan, keikhlasan, dan kontinuitas ibadah sepanjang Ramadhan.