Bisakah Tarawih Sendiri 11 Rakaat? Ini Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Salat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadan. Ibadah ini dapat dilaksanakan secara berjemaah di masjid maupun secara munfarid (sendiri) di rumah. Bagi yang memilih menunaikannya di rumah, memahami niat dan tata caranya menjadi hal penting agar pelaksanaan ibadah tetap sesuai tuntunan.
Anjuran menegakkan salat malam Ramadan berlandaskan hadis Rasulullah ﷺ:
"Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dan sering dikutip dalam literatur keislaman, termasuk rujukan dari Nahdlatul Ulama.
Dalam praktik yang berkembang di masyarakat, terdapat variasi jumlah rakaat Tarawih. Sebagian umat Islam melaksanakan delapan rakaat Tarawih ditambah tiga rakaat Witir (total 11 rakaat). Ada pula yang menunaikan 20 rakaat Tarawih, bahkan hingga 36 rakaat, kemudian ditutup dengan Witir tiga rakaat. Perbedaan ini dipahami para ulama sebagai bagian dari keluasan (ikhtilaf) dalam ibadah sunah.
Niat Salat Tarawih Sendiri
Jika melaksanakan Tarawih 11 rakaat, umumnya dikerjakan dengan delapan rakaat Tarawih dan tiga rakaat Witir. Delapan rakaat Tarawih dilaksanakan dua rakaat salam (2 + 2 + 2 + 2), kemudian ditutup Witir.
Berikut niat Tarawih setiap dua rakaat:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Arab-latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.
Artinya:
Aku berniat salat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ālā.
Niat Salat Witir Sendiri
Salat Witir merupakan penutup rangkaian salat malam. Witir lazim dikerjakan tiga rakaat, baik sekaligus maupun dua rakaat salam lalu satu rakaat salam.
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Arab-latin:
Ushalli sunnatal witri tsalātsa rak'ātin mustaqbilal qiblati lillāhi ta'ālā.
Artinya:
Aku berniat salat sunah Witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ālā.
Tata Cara Singkat Tarawih 11 Rakaat
Pelaksanaan Tarawih sendiri pada dasarnya sama dengan salat sunah lainnya. Setelah salat Isya, delapan rakaat Tarawih dikerjakan dua rakaat salam. Setiap rakaat terdiri dari niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, surah pendek, rukuk, sujud, hingga salam. Setelah itu dilanjutkan Witir tiga rakaat sebagai penutup.
Keutamaan Salat Tarawih
Salat Tarawih memiliki keutamaan besar sebagai ibadah malam Ramadan. Selain hadis sahih tentang ampunan dosa, di masyarakat juga dikenal penjelasan keutamaan Tarawih dari malam ke malam sebagaimana disebut dalam buku-buku populer keislaman.
Namun, penting dipahami bahwa sebagian riwayat tentang "keutamaan Tarawih setiap hari" sering dikategorikan sebagai hadis dhaif oleh para ulama hadis. Karena itu, keutamaan utama yang menjadi pegangan kuat tetaplah hadis sahih mengenai pahala qiyam Ramadan secara umum.
Esensi yang Lebih Utama
Terlepas dari jumlah rakaat, para ulama menekankan bahwa kualitas salat lebih utama daripada sekadar angka. Kekhusyukan, ketenangan, dan konsistensi menjalankannya sepanjang Ramadan menjadi inti dari ibadah ini.
Salat Tarawih, baik delapan maupun 20 rakaat, sama-sama berada dalam koridor syariat. Yang terpenting adalah menunaikannya dengan iman, keikhlasan, serta mengikuti kemampuan diri.
Pada akhirnya, Tarawih bukan sekadar rutinitas malam Ramadan, melainkan momentum mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat spiritualitas, dan menjaga kesinambungan ibadah hingga akhir bulan suci.